BERAU TERKINI – Berikut ini informasi destinasi wisata sejarah di Berau Kaltim.
Libur Lebaran tahun ini paling tepat digunakan untuk berlibur dan plesiran.
Diketahui pada Libur Lebaran tahun ini terdapat hingga 7 hari libur.
Hal itu terjadi karena Libur Lebaran atau Idul Fitri berdekatan dengan Hari Raya Nyepi.
Salah satu destinasi wisata yang bisa menjadi pilihan saat libur Lebaran adalah di Berau, Kaltim.
Berau memang terkenal dengan wisata alam yang menyajikan keindahan pantai dan pulau kecil.
Seperti wisata pesisir di Biduk-biduk dan wisata di Pulau Maratua hingga Pulau Derawan.
Namun Berau juga memiliki wisata sejarah yang menarik.
Mulai dari wisata sejarah Kesultanan Gunung Tabur dan Keraton Sambaliung hingga kawasan Kota Tua Teluk Bayur.
Dihimpun Berauterkini.co.id, berikut ini wisata sejarah yang ada di Berau:
Kesultanan Gunung Tabur
Kesultanan Gunung Tabur merupakan kesultanan yang hidup pada abad 17 hingga abad 20.
Wilayah Berau dahulu merupakan wilayah kekuasan Kesultanan Gunung Tabur.

Kini bekas bangunan Kesultanan Gunung Tabur berubah menjadi Museum Batiwakkal.
Di museum ini dapat ditemukan berbagai benda-benda peninggalan Kesultanan Gunung Tabur.
Mulai dari singgasana hingga meriam milik Kesultanan Gunung Tabur.
Lokasi Museum Batiwakkal berada di Kecamatan Gunung Tabur, Berau, Kaltim.
Keraton Sambaliung.
Selain Kesultanan Gunung Tabur, wilayah Berau juga dikuasai oleh Keraton Sambaliung.
Jika Kesultanan Gunung Tabur berada di kecamatan Gunung Tabur maka Sambaliung berada di Kecamatan Sambaliung.

Kini sisa-sisa peninggalannya bisa dilihat di Keraton Sambaliung.
Salah satunya prasasti Keraton Sambaliung dengan aksara Bugis hingga meriam penjaga Keraton Sambaliung.
Museum Batubara Teluk Bayur
Museum Batubara terletak di Kecamatan Teluk Bayur, Berau.
Dahulu bangunan museum ini merupakan bangunan peninggalan Kolonial Belanda.

Bangunan ini kerap disebut sebagai gedung kamar bola atau ballroom. Di gedung ini kerap diadakan berbagai kegiatan seperti halnya pesta.
Di awal abad ke-19, wilayah Teluk Bayur merupakan area tambang batubara. Perusahaan batubara asal Belanda yakni Steenkolen Maatschappij beroperasi di wilayah ini.
Namun Museum Batubara belum berfungsi sepenuhnya, pihak Disbudpar Berau menargetkan museum ini dibuka pada Juli 2026.
Bekas Gedung Bioskop
Tak jauh dari Museum Batubara terdapat Gedung Serbaguna Teluk Bayur.
Dahulu gedung ini merupakan bioskop saat perusahaan Steenkolen Maatschappij masih beroperasi.

Bekas gedung bioskop kini sudah direvitalisasi dan menarik minat turis.
Terlihat area loket hingga papan poster film masih terjaga di bekas gedung bioskop ini.
Lapangan Steenkolen
Sebuah lapangan di tengah Kecamatan Teluk Bayur merupakan saksi sejarah.
Lapangan ini dahulu berfungsi sebagai alun-alun dan pusat aktivitas warga serta pekerja Steenkolen Maatschappij.


Kini alun-alun atau Lapangan Steenkolen dimanfaatkan warga Teluk Bayur untuk berbagai kegiatan.
Sejumlah elemen sejarah seperti lokomotif tua pengangkut batubara terlihat di pojok lapangan.
Tak jauh dari Lapangan Steenkolen terdapat bangunan tua peninggalan Kolonial Belanda.
Bangunan itu sempat digunakan sebagai Kantor Kecamatan Teluk Bayur.
Kini bangunan tua itu sedang diperbaiki dan direvitalisasi.
