BERAU TERKINI – Meski masa cuti bersama Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah secara resmi telah berakhir pada Selasa (24/3/2026), atmosfer liburan di Kabupaten Berau diprediksi masih akan berlanjut hingga penghujung pekan ini.
Fenomena bekerja dari mana saja atau Work From Anywhere (WFA) yang kini banyak diterapkan pekerja disinyalir menjadi faktor utama di balik masih bertahannya ribuan wisatawan di sejumlah objek wisata unggulan, meskipun jam kerja normal telah dimulai.
Adyatama Kepariwisataan dan Ekonomi Kreatif Ahli Pertama Disbudpar Berau, Ing Ta Wijaya, menjelaskan, puncak kunjungan memang telah terlewati pada akhir pekan lalu saat hari raya.
Salah satu titik yang mencatatkan lonjakan paling ekstrem adalah Wisata Air Panas Asin Pemapak di Kecamatan Biatan, yang diserbu ratusan wisatawan selama tiga hari berturut-turut.
Namun, hingga saat ini, arus kunjungan ke destinasi lain seperti Biduk-biduk dan Pulau Derawan terpantau masih sangat tinggi dan belum menunjukkan tanda-tanda penurunan yang signifikan.
Tingginya antusiasme pengunjung di musim liburan kali ini sayangnya menyisakan tantangan besar bagi para pengelola di lapangan.
Masalah klasik seperti perilaku wisatawan yang kurang menjaga kebersihan dengan membuang sampah sembarangan kembali menjadi keluhan utama.
Selain itu, kepadatan yang melebihi kapasitas di objek wisata tertentu menyebabkan rusaknya sejumlah fasilitas alam.
Di Air Panas Asin Pemapak, misalnya, area Ruang Terbuka Hijau (RTH) yang seharusnya terlindungi justru terinjak-injak oleh massa yang membludak.
Kondisi ini menjadi perhatian serius bagi Disbudpar Berau karena kelestarian lingkungan merupakan aset utama pariwisata daerah.
Koordinasi dengan petugas di lapangan terus ditingkatkan untuk meminimalisir kerusakan lebih lanjut selama sisa periode liburan ini.
Berdasarkan pantauan terkini, kepadatan di Pulau Derawan dan sekitarnya diperkirakan baru akan benar-benar mereda saat memasuki awal pekan depan.
Kehadiran wisatawan yang memanfaatkan fleksibilitas waktu kerja membuat ritme kunjungan tahun ini terasa lebih panjang dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.
“Masih ramai banget, Derawan pun sampai sekarang belum stop. Kemungkinan itu sampai hari Minggu ini,” ungkap Wijaya.
Penurunan angka kunjungan menuju level normal diprediksi baru akan terjadi pada hari Senin mendatang, bertepatan dengan aktifnya kembali seluruh sektor perkantoran secara luring serta dimulainya kegiatan belajar mengajar di sekolah.
“Kemungkinan hari ini sampai Sabtu Minggu itu masih padat. Mungkin Senin sudah mulai turun ke angka normal lagi,” pungkasnya. (*)

