BERAU TERKINI – 500 orang dari unsur pemerintah, TNI dan Polri melaksanakan korve kebersihan di Kecamatan Teluk Bayur, Berau.
Pemerintah Kecamatan Teluk Bayur mengadakan korve atau kerja bakti bersih-bersih di beberapa wilayah pagi ini, Jumat (13/2/2026).
Korve kebersihan ini melibatkan beberapa pihak seperti TNI, Polri, masyarakat, pihak Bandara Kalimarau, pihak BMKG, perusahaan, Lurah Teluk Bayur, dan beberapa instansi lain baik swasta ataupun negeri.
Sekitar 500 orang turun untuk bergotong royong membersihkan lingkungan mulai pukul 07.30 WITA.
Terlihat para warga saling membantu untuk memotong rumput dan mengangkut rumput yang sudah dipotong. Masing-masing warga juga terlihat membawa alat kebersihannya masing-masing.
Kegiatan bersih-bersih tersebut menyasar daerah Jalan Kalimarau, Jalan Silo hingga Tepian Bandara.

Camat Teluk Bayur, Edi Baskoro menjelaskan bahwa kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka mendukung arahan dari Presiden Prabowo dan menindaklanjuti arahan Bupati Berau pada kegiatan Musrenbang Kecamatan Teluk Bayur beberapa waktu lalu.
“Kami melaksanakan kerja bakti bersama untuk menjaga kebersihan lingkungan yang ada di Bandara Kalimarau dan sekitarnya,” ujarnya kepada Berauterkini.co.id, Jumat (13/2/2026).
Kegiatan ini bisa membantu masyarakat karena rumput dan gulma yang di saluran air mengganggu arus air, sehingga jika hujan tiba, daerah jalanan bandara dan sekitarnya tergenang air.
Kegiatan ini akan terus menerus dilaksanakan, sehingga wilayah lain nantinya juga akan dijadwalkan untuk kerja bakti massal di wilayah Kecamatan Teluk Bayur.

“Termasuk di kampung-kampung kita sudah dalam waktu dekat ini kita akan membuat surat edaran,” ungkapnya
Surat edaran dibuat agar masing-masing wilayah juga bisa mengadakan kegiatan gotong royong di lingkungan masing-masing.
Wilayah Bandara Kalimarau dipilih pertama sebagai lokasi pembersihan dikarenakan Bandara Kalimarau merupakan ikon Kabupaten Berau.
Banyaknya rumput-rumput tinggi mengganggu keindahan, sehingga harus segera dibersihkan.
“Para pengunjung datang baik dari luar Berau ketika datang ke Berau itu melihat bahwa keindahan kota di Berau itu dimulai dari bandara dan sekitarnya,” jelasnya.
Permasalahan yang sering terjadi di sekitar Bandara Kalimarau adalah banjir padahal saluran air di sekitar terlihat dalam dan lebar.
Ia menjelaskan penyebabnya adalah adanya pengendapan lumpur dan lama tidak melakukan pengerukan sedimen lumpur, sehingga menghambat arus air.
Pihaknya sudah berkoordinasi kepada OPD terkait permasalahan tersebut.
Untuk kegiatan Gotong royong selanjutnya diagendakan lagi setelah lebaran.
Pembersihan setelah lebaran akan dilakukan di depan kantor lurah Rinding karena seringnya terjadi kecelakaan akibat licinnya jalan.

“Nanti kami akan panggil pemilik tanah dan juga pengusaha di situ, karena ada akses usaha di situ yang ketika hujan aliran tanah itu tidak masuk ke parit tapi masuknya ke pinggir jalan,” jelasnya.
Target selanjutnya yaitu pembersihan lumpur dari ujung simpang kilo 5 hingga sebelum SPBU.
Pihaknya akan kembali mengundang beberapa instansi baik TNI, Polri, pihak-pihak terkait, hingga masyarakat.
“Masyarakat ini kita imbau kita ajak sama-sama dan kita memberikan contoh turun langsung bersama-sama dengan masyarakat, pemerintah, swasta, TNI, dan Polri,” tutupnya.
