BERAU TERKINI – Sebagai bentuk komitmen dalam menyiapkan sumber daya manusia (SDM) lokal yang unggul dan berdaya saing, PT Pamapersada Nusantara (PAMA) Distrik Berau kembali menggelar Program Pembinaan Mental dan Fisik (Bintalsik) bagi calon operator magang.

Sebanyak 45 peserta yang seluruhnya merupakan putra-putri asli Kabupaten Berau, mengikuti pelatihan intensif yang dilaksanakan sejak 20 September hingga 11 Oktober 2025 di dua lokasi sekaligus, yakni Kodim 0902/Berau dan Batalyon Armed 18 Buritkang.

Program Bintalsik ini menjadi tahap awal dari total pelatihan selama sepuluh bulan. 

Pelatihan tersebut dirancang untuk membentuk peserta menjadi operator alat berat yang tidak hanya terampil, tetapi juga memiliki karakter kuat, disiplin, dan mental baja.

Selama tiga minggu pelatihan, para peserta benar-benar ditempa melalui berbagai kegiatan fisik dan mental. Mulai dari latihan baris-berbaris, ketahanan tubuh, hingga pembinaan kedisiplinan dan etika profesional.

Melalui kerja sama dengan jajaran TNI, peserta diajarkan untuk selalu tangguh, bertanggung jawab, dan pantang menyerah dalam menghadapi tantangan.

Pelatihan ini juga bertujuan menumbuhkan rasa cinta Tanah Air serta semangat bela negara di kalangan generasi muda Berau.

“Kami bangga karena seluruh peserta Bintalsik kali ini merupakan warga lokal Berau. Ini bentuk nyata komitmen PAMA dalam memberdayakan masyarakat di sekitar area operasional kami,” ujar Kabag CSR Berau Cluster PAMA, Faizal Imron.

“Dengan pelatihan bersama TNI, mereka kami bekali bukan hanya kemampuan teknis, tetapi juga disiplin dan karakter yang kuat,” tambahnya.

Selain pembinaan fisik, peserta juga dilatih membangun kerja sama dan kepemimpinan. 

Melalui berbagai kegiatan kelompok, mereka belajar pentingnya solidaritas, saling menghormati, dan komunikasi yang efektif dalam menyelesaikan setiap tugas.

Nilai-nilai seperti disiplin waktu, tanggung jawab terhadap keselamatan kerja (K3), serta kepatuhan terhadap prosedur menjadi penekanan utama selama pelatihan.

“Menjadi operator alat berat bukan cuma soal mengendalikan mesin besar. Tapi juga bagaimana kita mampu bekerja sama, menghargai aturan, dan menjaga keselamatan di setiap pekerjaan,” ungkapnya.

Salah seorang peserta, Yehekiel, mengaku, pengalaman mengikuti Bintalsik ini menjadi pelajaran berharga yang membentuk dirinya menjadi pribadi lebih disiplin dan siap menghadapi dunia kerja yang sesungguhnya.

“Saya berterima kasih kepada PAMA telah memberikan kesempatan ini. Dengan pelatihan ini, saya merasa siap mengikuti program selanjutnya,” jelasnya.

Usai menuntaskan pelatihan Bintalsik, para peserta akan melanjutkan ke tahap pelatihan kelas dan lapangan selama 10 bulan di area kerja PAMA Distrik Berau.

Di tahap ini, mereka akan mempelajari materi teknis pengoperasian alat berat serta menerapkan nilai-nilai budaya kerja perusahaan, seperti Integrity, Commitment, Excellence, Continuous Improvement, dan Synergy.

Faizal menambahkan, program ini merupakan bagian dari komitmen jangka panjang PAMA untuk mencetak tenaga kerja lokal yang unggul dan profesional. 

Selain mendukung kebutuhan industri tambang, langkah ini juga menjadi bentuk nyata kontribusi perusahaan terhadap peningkatan kualitas SDM di Kabupaten Berau.

“Harapannya, setelah lulus, mereka tidak hanya siap bekerja di PAMA, tapi juga mampu membawa semangat positif di mana pun mereka berkarier. Kami ingin anak-anak muda Berau bisa maju, mandiri, dan berkontribusi untuk daerahnya,” pungkasnya. (*/Adv)