BERAU TERKINI – Pemprov Kaltim memberikan insentif pendidikan senilai Rp500 ribu per bulan bagi guru honorer atau non-ASN.

Angka itu lebih besar dari standar nasional yang menetapkan Rp400 ribu per bulan.

Plt Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kaltim, Armin, membeberkan data penerima manfaat dari program tersebut.

Dia merincikan, berdasarkan data Biro Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Pemprov Kaltim, sebanyak 26.975 tenaga pendidik tercatat sebagai penerima bantuan, mulai dari guru TK hingga jenjang MTs.

Selain tenaga pendidik, sebanyak 5.710 penjaga rumah ibadah di Kaltim juga mendapatkan insentif daerah.

“Kita sudah lebih besar dari standar nasional,” kata Armin, mengutip laporan Bontang Post.

Menurut Armin, Pemprov Kaltim memberikan insentif dengan cakupan yang lebih luas.

Ilustrasi seorang guru sedang mengajari di Kelas. Foto: Internet.

Program ini tidak hanya menyasar guru di jenjang SMA yang menjadi kewenangan provinsi, tetapi juga guru pada tingkat pendidikan lain.

Ia menilai tambahan insentif dari pemerintah pusat tetap disambut baik karena dapat semakin memperkuat kesejahteraan guru.

“Baik untuk guru SMA, TK, SD, maupun SMP di Kaltim tambahan insentif itu sudah ada,” jelasnya.

Skema penyalurannya masih sama seperti tahun-tahun sebelumnya.

Setiap penerima memperoleh Rp500 ribu per bulan yang dicairkan setiap tiga bulan sekali.

Dengan demikian, dalam satu kali pencairan mereka menerima Rp1,5 juta.

Armin menegaskan penyaluran bantuan tersebut dilakukan melalui proses pendataan dan verifikasi agar tepat sasaran.

“Kita pastikan guru yang menerima benar-benar tercatat, aktif mengajar, dan sesuai dengan petunjuk teknis yang sudah kami siapkan,” ujarnya.

Sementara itu, terkait insentif dari pemerintah pusat, Armin mengaku belum mengetahui secara pasti jumlah guru di Kaltim yang akan menerima bantuan tersebut.

Pasalnya, penyaluran dilakukan langsung oleh pemerintah pusat ke rekening masing-masing penerima.

“Karena pemerintah pusat nanti langsung mentransfer ke rekening penerima,” tutupnya.