BERAU TERKINI – Upaya penyelamatan lingkungan di pesisir selatan Berau terus diperkuat melalui aksi nyata penanaman 500 bibit pohon mangrove di kawasan konservasi De’Mangroop Dumaring, Kecamatan Talisayan.
Kegiatan kolaboratif ini melibatkan berbagai unsur, mulai pemerintah, perusahaan dari PT Tanjung Buyu Perkasa Plantation dan PLTD Sambaliung, serta komunitas pecinta lingkungan dari daerah hingga nasional.
Berdasarkan data terkini, total luas lahan hutan mangrove di seluruh wilayah pesisir Berau mencapai sekitar 85 ribu hektare.
Dari luasan tersebut, sebanyak 447 hektare berada di wilayah Kampung Dumaring.
Namun, kenyataan di lapangan menunjukkan adanya krisis lingkungan seluas 47 hektare yang membutuhkan penanganan serius.

Kepala Bidang Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan Hidup DLHK Berau, Ida Ayu, menegaskan, pemulihan kawasan tersebut merupakan tanggung jawab kolektif demi menjaga kelestarian ekosistem pesisir.
“Ini tantangan bersama yang harus kita jawab,” kata Ida Ayu, Minggu (1/2/2026).
Kampung Dumaring dinilai memiliki peran yang sangat signifikan dalam menyumbang tutupan lahan hijau di daerah pesisir Bumi Batiwakkal.
Sebagai bagian dari program prioritas Pemerintah Kabupaten Berau, upaya peningkatan tutupan lahan ini dianggap sangat krusial karena mangrove berfungsi lebih dari sekadar pelindung dari abrasi.
Hutan mangrove merupakan penyerap karbon yang efektif sekaligus habitat bagi biota laut yang menjadi tumpuan ekonomi para nelayan lokal.
“Mangrove ini jadi penjaga kualitas ruang hidup kita,” ujar Ida Ayu.
Dengan pengelolaan kawasan yang dilakukan secara profesional, DLHK berharap bibit mangrove yang telah ditanam dapat terus dijaga dan dirawat hingga tumbuh besar.
Ida Ayu menambahkan, tidak ada kepentingan yang lebih besar daripada mewujudkan keberlanjutan lingkungan hidup yang sehat dan produktif bagi masyarakat luas.
“Mari dijaga semangat kolaborasi ini,” pungkasnya. (*)
