BERAU TERKINI – Pedagang sayur di Pasar Sanggam Adji Dilayas keluhkan penurunan omzet beberapa waktu terakhir.
Salah satu pedagang sayur, Daeng Nyau mengatakan sepinya pasar salah satunya akibat dampak PHK besar-besaran pada perusahaan tambang beberapa waktu lalu yang merumahkan 1.200 pekerja.
Selain itu juga merebaknya pasar dadakan di perkotaan tanpa pengawasan dari pihak terkait membuat Pasar Sanggam Adji Dilayas sepi hingga pedagang mengalami kemerosotan pendapatan.
“Faktor ekonomi, banyak orang di PHK banyak yang pulang kampung,” ucapnya.
Ia mengatakan sebelumnya, dalam satu hari bisa mendapatkan omzet hingga Rp 2 juta rupiah dari hasil menjual berbagai macam sayur.
Namun beberapa hari terakhir ini, ia bahkan kesulitan meraup untung Rp 1 juta per hari.

Bahkan ia pernah hanya mendapatkan Rp 300 ribu saja sehari saking sepinya kondisi pasar.
“Kalau kemarin satu juta aja susah. Pernah dapet di sini 300, 200. Iya satu hari waktu sepi-sepinya itu,” ujarnya.
Ia menjelaskan dengan banyaknya banyaknya pasar sayur di daerah kota Tanjung Redeb sangat mempengaruhi ke pedagang di pasar.
Menurutnya, ada pihak yang diuntungkan dari adanya pasar tersebut, dikarenakan harga yang dijual cenderung lebih murah.
Namun tetap saja Pasar Adji Dilayas sebagai pasar andalan warga Berau harus menjadi tempat perputaran ekonomi bagi para pedagang.
Karena dikhawatirkan jika terus menerus terjadi hal seperti ini, banyak pedagang yang kabur dan pasar menjadi semakin sepi.
“Buat apa ini pasar besar-besar begini kalau tidak ada penjualnya,” ungkapnya.

