BERAU TERKINI – Bupati Berau, Sri Juniarsih, memberikan peringatan kepada pejabat pada Jabatan Pimpinan Tinggi (JPT) Pratama yang baru dilantik agar tidak bekerja formalitas, apalagi mengambil kebijakan di luar aturan.

Ia menegaskan, di tengah sorotan publik yang semakin kritis, kesalahan sekecil apapun bisa berdampak besar, baik secara hukum maupun kepercayaan masyarakat.

“Kalau mengambil kebijakan di luar regulasi, itu sama saja menghukum diri sendiri,” tegasnya, Selasa (7/4/2026).

Menurutnya, pejabat saat ini tidak hanya dituntut bekerja cepat dan responsif, tetapi juga harus benar secara administrasi dan hukum.

Sri Juniarsih bahkan mengingatkan agar setiap keputusan penting tidak diambil sembarangan tanpa koordinasi.

“Jangan sampai ada kebijakan yang melanggar aturan. Semua harus sepengetahuan pimpinan dan sesuai regulasi,” ujarnya.

Di sisi lain, ia juga menyoroti tantangan efisiensi anggaran yang tengah dihadapi pemerintah daerah.

Kondisi ini justru menuntut pejabat untuk lebih kreatif, bukan malah pasif.

“Anggaran terbatas bukan alasan untuk tidak maksimal. Justru di situ diuji inovasi dan kreativitas kita,” katanya.

Kinerja aparatur pun kini berada dalam pengawasan ketat masyarakat, terutama melalui media sosial.

Karena itu, sikap dan perilaku pejabat harus mencerminkan integritas sebagai pelayan publik.

“Bukan hanya kerja, tapi juga moralitas. Harus bisa jadi contoh,” lanjutnya.

Berani Sampaikan Kritik

Bupati perempuan pertama di Berau ini juga secara terbuka meminta jajarannya untuk berani mengingatkan, bahkan kepada dirinya, jika ada kebijakan yang dinilai menyimpang.

“Kalau saya salah, tolong ingatkan. Kita tidak boleh menormalisasi yang salah,” ucapnya.

Kolaborasi dan kekompakan tim menjadi kunci utama dalam menghadapi berbagai tantangan pembangunan di daerah.

“Tidak ada superman. Yang ada adalah tim yang saling menguatkan atau superteam,” pungkasnya. (*)