BERAU TERKINI – Lonjakan kunjungan wisatawan ke pesisir Berau pada momen libur lebaran lalu menyisakan catatan penting bagi pemerintah daerah.

Keterbatasan akomodasi yang membuat sejumlah pengunjung terpaksa menginap di fasilitas umum menjadi sinyal kuat Bumi Batiwakkal membutuhkan tambahan investasi di sektor penginapan dan resort.

Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Berau, Nanang Bakran, menjelaskan, membludaknya wisatawan merupakan dampak positif dari terkoneksinya infrastruktur.

Salah satunya peresmian Jembatan Nibung di Kutai Timur. 

Kepala DPMPTSP Berau, Nanang Bakran.
Kepala DPMPTSP Berau, Nanang Bakran.

Akses yang kian mudah membuat warga dari luar daerah, seperti Bontang dan Samarinda, kini lebih cepat menjangkau destinasi wisata di Berau.

Kondisi ini menegaskan, pariwisata Berau telah menjadi magnet utama bagi pelancong.

Namun, Nanang menekankan, popularitas tersebut harus dibarengi dengan kesiapan fasilitas penunjang yang mumpuni agar kenyamanan wisatawan tetap terjaga.

“Mudah-mudahan dengan ada masalah gini, ada beberapa investor bisa masuk,” ujar Nanang, Selasa (31/3/2026).

Nanang tidak menampik adanya fenomena wisatawan yang terpaksa tidur di masjid karena seluruh penginapan penuh. 

Meski hal tersebut menjadi catatan kritis, ia memilih melihat sisi positifnya sebagai peluang bisnis yang menjanjikan bagi para penanam modal. 

Menurutnya, insiden tersebut merupakan pelajaran berharga bagi pemerintah daerah untuk lebih siap menghadapi lonjakan pengunjung yang tidak terprediksi.

“Kemarin ini mungkin di luar prediksi ya, karena Jembatan Nibung sudah terhubung. Yang negatifnya mungkin ya itu lah karena kita tidak siap, sebenarnya sudah ada, cuma kan tidak tertampung,” jelasnya.

Hingga saat ini, Nanang mengakui belum ada investor baru yang secara resmi menanamkan modal untuk pembangunan akomodasi skala besar di wilayah pesisir.

Padahal, kebutuhan akan penginapan yang representatif sangat mendesak seiring dengan tren peningkatan kunjungan setiap tahunnya.

Pemerintah daerah berharap para investor dapat menangkap potensi ini sebagai peluang investasi yang menguntungkan. 

Penambahan resort atau hotel di kawasan pesisir diyakini tidak hanya akan menyelesaikan masalah kekurangan kamar.

Tetapi juga meningkatkan nilai ekonomi pariwisata Berau di masa depan.

“Masalah ini harus dijadikan hal positif dengan harapan investor bisa datang ke Berau membangun lagi,” pungkasnya. (*)