TANJUNG REDEB – Jumlah turis asing ke Berau Kaltim meningkat setiap tahunnya, Kantor Imigrasi Kelas III Tanjung Redeb tingkatkan pengawasan.

Sepanjang periode Januari – Juli 2025, tercatat ada 2074 turis asing dan 59 Tenaga Kerja Asing (TKA) yang datang ke wilayah Berau, Kaltim.

Kepala Kantor Imigrasi Kelas III Tanjung Redeb, Catur Apri Yanto menyampaikan, data tersebut menunjukkan bahwa kunjungan turis asing ke Berau terus mengalami peningkatan.

“Jumlah wisatawan asing yang datang ke Berau pada periode Januari – Juli 2025 ini, angkanya memang lebih tinggi dibandingkan dengan tahun 2024 yang hanya 1.811, dan TKA sebanyak 80,” jelas Catur Apri Yanto saat dihubungi Berauterkini.co.id, Minggu (24/8/2025).

Catur Apri Yanto mengungkapkan, mayoritas turis asing yang datang berasal dari negara-negara Eropa dan Asia Timur, hingga Asia Tenggara.

“Kunjungan wisatawan asing ini menjadi salah satu indikator meningkatnya kepercayaan wisatawan internasional terhadap destinasi wisata di Kalimantan Timur, khususnya Berau. Kami terus berkoordinasi dengan Dinas Pariwisata dan instansi terkait untuk memastikan pelayanan keimigrasian berjalan lancar,” ujarnya.

Sementara itu, jumlah TKA yang bekerja di Kabupaten Berau, dari Januari – Juli 2025 masih terbilang rendah, dengan total 59 orang yang mayoritas bekerja di sektor pertambangan, batu bara dan kelapa sawit.

Kepala Kantor Imigrasi Kelas III Tanjung Redeb, Catur Apri Yanto
Kepala Kantor Imigrasi Kelas III Tanjung Redeb, Catur Apri Yanto (Foto: Nadya Zahira/BT)

“Menurut data Imigrasi, para TKA tersebut tentu telah mengantongi dokumen resmi dan izin tinggal yang sesuai dengan ketentuan hukum keimigrasian. Sedangkan orang asing yang izin menikah di Berau ada 7 orang,” imbuhnya.

Guna mengantisipasi potensi pelanggaran keimigrasian, Kantor Imigrasi Kelas III Tanjung Redeb telah memperkuat strategi pengawasan orang asing melalui berbagai pendekatan, baik preventif maupun represif.

Salah satu upaya yang dilakukan adalah dengan membentuk Tim Pengawasan Orang Asing (Tim Pora) yang melibatkan lintas sektor, termasuk TNI, Polri, Dinas Ketenagakerjaan, dan pemerintah daerah.

“Tim Pora aktif melakukan monitoring terhadap aktivitas warga negara asing di wilayah Berau, khususnya di daerah rawan seperti kawasan pertambangan, kawasan wisata, dan wilayah perbatasan,” kata Catur.

Selain itu, pihaknya juga mengintensifkan pengawasan berbasis teknologi informasi. Menurutnya, melalui sistem pelaporan online dan deteksi otomatis perlintasan orang asing di Tempat Pemeriksaan Imigrasi (TPI), petugas dapat memantau pergerakan dan aktivitas orang asing secara real time.

“Kami juga mengadakan operasi gabungan secara berkala untuk menertibkan keberadaan orang asing yang tidak memiliki dokumen lengkap atau menyalahgunakan izin tinggal,” tambahnya.

Tak hanya itu, Catur mengatakan, kegiatan sosialisasi dan edukasi kepada pelaku usaha, pengelola hotel, serta masyarakat lokal juga terus digencarkan agar mereka dapat memahami aturan terkait keimigrasian dan berperan aktif dalam pelaporan jika menemukan aktivitas mencurigakan.

Dia menekankan bahwa kehadiran orang asing, baik wisatawan maupun tenaga kerja, tetap menjadi perhatian serius pihak imigrasi demi menjaga keamanan, kedaulatan hukum, dan stabilitas sosial di wilayah Berau.

“Pada prinsipnya, kami menyambut baik kedatangan wisatawan dan pekerja asing yang membawa dampak positif bagi ekonomi daerah. Namun, pengawasan tetap kami prioritaskan agar tidak terjadi pelanggaran hukum atau penyalahgunaan izin tinggal di wilayah kami,” tutupnya.