BERAU TERKINI – Setelah resmi menahkodai Komite Sepak Bola Mini Indonesia (KSMI) Kabupaten Berau, Sutami langsung tancap gas dengan segala programnya.

Pria yang juga Anggota Komisi II DPRD Berau ini beberapa hari lalu dilantik sebagai Ketua KSMI Berau.

Ia mengatakan, jabatan tersebut bukan sekadar simbol, melainkan tanggung jawab besar yang harus dijalankan dengan komitmen dan kerja nyata demi kemajuan olahraga, khususnya sepak bola mini, di Bumi Batiwakkal.

“Fokus kami adalah membangun dan memajukan KSMI agar benar-benar memberi manfaat bagi olahraga di Kabupaten Berau,” ujar Sutami, Kamis (1/1/2026).

Sebagai langkah awal, pihaknya telah menggelar rapat kerja pada Sabtu (27/12/2025) lalu. 

Raker tersebut menjadi momentum penting untuk memperkuat struktur organisasi, sekaligus merumuskan arah kebijakan dan program kerja ke depan.

Sutami menjelaskan, raker perdana memiliki peran strategis mengingat KSMI merupakan organisasi olahraga yang tergolong baru di Berau. 

Melalui forum tersebut, seluruh pengurus menyatukan visi dan menyusun perencanaan agar roda organisasi berjalan terstruktur dan berkelanjutan.

“Karena KSMI ini organisasi baru, perencanaan harus matang agar ke depan bisa berjalan optimal dan tidak vakum,” jelasnya.

Ia juga menjelaskan, KSMI merupakan organisasi yang berdiri sendiri dan telah disampaikan secara resmi dalam Rapat Kerja Nasional (Rakernas) KONI Pusat. 

Setelah melalui proses tersebut, KSMI resmi terbentuk secara nasional pada September 2025, termasuk pembentukan kepengurusan di daerah.

Sutami menyebut, Kabupaten Berau menjadi daerah kelima di Kalimantan Timur yang telah membentuk kepengurusan KSMI. 

Capaian tersebut menjadi kebanggaan tersendiri sekaligus tantangan bagi pengurus untuk membangun organisasi dari tahap awal.

“Saya berharap seluruh pengurus solid dan kompak agar organisasi ini bisa berkembang dengan baik,” ujarnya.

Menurut Sutami, keberadaan KSMI sangat relevan dengan kebutuhan masyarakat, terutama kampung-kampung di Berau yang ingin menggelar turnamen olahraga dengan anggaran terbatas.

Sepak bola mini dinilai lebih sederhana, efisien, dan mudah dikelola.

“Ke depan, kegiatan seperti ini bisa dikelola secara profesional melalui KSMI,” terangnya.

Tak hanya fokus pada kompetisi, KSMI Berau juga akan memberi perhatian serius pada pembinaan atlet usia dini. 

Pembinaan dirancang bertahap melalui sistem pengelompokan umur untuk mencetak bibit-bibit atlet potensial di daerah.

“Strategi kami melakukan pembinaan dari atlet usia dini dengan sistem pengelompokan umur agar pembinaan lebih terarah dan berkesinambungan,” pungkasnya. (*)