TANJUNG REDEB – Pembentukan Koperasi Desa Merah Putih di seluruh Indonesia telah mencapai target. Di Kabupaten Berau, seluruh kampung telah membentuk koperasi ini dan tinggal menunggu petunjuk teknis operasionalnya.

Setelah pembentukan Koperasi Desa Merah Putih ini tuntas, maka selanjutnya adalah menunggu pelaksanaannya atau mulai beroperasinya kopdes ini. 

Bahkan, untuk pengelolaan Koperasi Desa Merah Putih nantinya akan ada pelatihan khusus dari pemerintah pusat bagi 210 ribu orang yang terdaftar sebagai pengurus.

“Sesuai arahan dari pusat, maka kami siap berkolaborasi dengan kampung-kampung yang berada dibawah naungan Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Kampung (DPMK). Karena yang paham potensi yang bisa dikelola oleh kopdes ini adalah DPMK,” kata Kepala Diskoperindag Berau, Eva Yunita.

Jika sesuai regulasi yang ada, maka nantinya Koperasi Desa Merah Putih juga bisa mengelola kebutuhan pokok atau sembako. Hal ini tentunya akan membantu perputaran ekonomi sekaligus kestabilan harga bahan pokok di Kabupaten Berau.

Apalagi, Koperasi Desa Merah Putih juga memuat kepastian anggota koperasi, seperti nelayan, petani dan yang lainnya. Sehingga untuk pemasaran hasil panen dan hasil tangkapan tidak lagi sibuk mencari pembeli, tapi bisa melalui Koperasi Desa Merah Putih.

“Nanti akan kita lihat bagaimana teknisnya. Tapi sesuai dengan tujuannya, maka Koperasi Desa Merah Putih ini akan memperkuat kemandirian desa melalui pengelolaan yang berbasis kebutuhan lokal,” tutupnya. (Adv/Aya)