JAKARTA – Menteri ESDM Bahlil Lahadalia tengah mengkaji kemungkinan Kopdes Merah Putih bisa mengelola tambang.
Presiden Prabowo telah meresmikan peluncuran kelembagaan 80.000 Koperasi Desa atau Kopdes Merah Putih.
Kopdes Merah Putih diharapkan mampu meningkatkan perekonomian masyarakat yang lemah dan berada di pedesaan.
Lini usaha Kopdes Merah Putih beragam, mulai dari penjualan beras, tabung gas elpiji, pupuk, hingga obat-obatan.
Terbaru, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral atau Menteri ESDM Bahlil Lahadalia mengaku tengah mengkaji kemungkinan Kopdes Merah Putih untuk mengelola tambang.
Dia mengatakan hal itu sesuai dengan UU No.2 tahun 2025 tentang Minerba. “Nanti kami lihat apakah memenuhi syarat atau tidak. Akan kami evaluasi,” ujar Bahlil Lahadalia, Selasa (22/7/2025) dikutip dari Beritasatu.
Menurut Menteri ESDM Bahlil, izin pengelolaan tambang oleh koperasi akan mempertimbangkan dua aspek utama, yaitu kemampuan dan pengalaman koperasi dalam mengelola pertambangan, serta lokasi koperasi tersebut.
“Izin akan diprioritaskan bagi koperasi yang berada di daerah tambang, agar masyarakat setempat bisa mendapat kesempatan untuk mengelola sumber daya alam di wilayahnya sendiri,” jelasnya.
Untuk diketahui, peluang Kopdes Merah Putih mengelola tambang terbuka setelah pengesahan RUU tentang Perubahan Keempat atas UU Nomor 4 Tahun 2009 tentang Minerba pada 18 Februari 2025.
UU baru ini memungkinkan koperasi, ormas keagamaan, serta pelaku usaha kecil dan menengah (UKM) untuk mengelola tambang batu bara melalui skema prioritas.
Meski begitu, Bahlil Lahadalia menjelaskan, saat ini pemerintah masih membahas aturan turunan dari UU tersebut untuk memastikan implementasi yang tepat dan bertanggung jawab.

Sebelumnya diberitakan, Presiden RI Prabowo Subianto meresmikan kelembagaan 80.000 Koperasi Desa dan Kelurahan Merah Putih.
Peresmian kelembagaan 80.000 Kopdes Merah Putih ini dilakukan di Klaten, Jawa Tengah, Senin (21/7/2025). Ribuan kepala desa dan kepala daerah serta para menteri Kabinet Merah Putih hadir dalam acara itu.
Menurut Presiden Prabowo konsep Kopdes Merah Putih adalah konsep ekonomi bagi masyarakat yang lemah.
Dia mengatakan dengan adanya Kopdes Merah Putih maka ekonomi masyarakat yang lemah bisa menjadi kuat dan besar.
“Konsep koperasi adalah konsep orang-orang lemah, untuk orang-orang lemah. Yang kuat, yang sudah kaya, biasanya tidak mau masuk koperasi. Mereka sudah bikin PT, bikin holding, bikin korporasi sendiri,” kata Presiden Prabowo dikutip Beritasatu.
Presiden Prabowo mengatakan kekuatan koperasi terletak pada kebersamaan. Dia mengibaratkan satu lidi yang lemah tak mampu menyapu, tetapi jika disatukan akan menjadi sapu yang kuat dan bermanfaat.
“Dari yang lemah-lemah, jika kita satukan, maka akan menjadi kekuatan. Ini adalah filosofi koperasi. Dari ekonomi lemah kita bangun kekuatan ekonomi,” tuturnya.
Presiden Prabowo juga menyentil bahwa sistem koperasi kerap kali tidak disukai oleh para pemilik modal besar atau korporasi kapitalis.
“Gerakan koperasi ini sudah lama, tetapi sering dianggap mengganggu oleh kekuatan besar. Tidak semua, tetapi sebagian menganggap koperasi bisa jadi saingan. Bahkan, ada negara-negara tertentu yang tidak senang melihat bangsa lain yang ingin bangkit,” ujarnya.
Kata Presiden Prabowo, koperasi harus menjadi alat perjuangan bagi rakyat kecil agar bisa berdaulat secara ekonomi.
“Koperasi adalah alat pihak yang lemah untuk mengubah kelemahan menjadi kekuatan. Ini jalan menuju kemerdekaan sejati, yaitu kemerdekaan ekonomi,” ucapnya.
