BERAU TERKINI – Konsorsium Program Sigap Sejahtera resmi menyelenggarakan Rapat Kerja (Raker) periode 2025/2026 di Palmy Hotel, Tanjung Redeb.
Pertemuan strategis ini mengusung tema “Kolaborasi Kerja Pemberdayaan Berbasis Potensi Lokal untuk Bumi Batiwakkal” sebagai upaya nyata dalam memperkuat kemandirian masyarakat kampung di seluruh Kabupaten Berau.
Rapat kerja ini menjadi momentum krusial bagi para pemangku kepentingan untuk menyelaraskan berbagai program pemberdayaan agar lebih terintegrasi dan berkelanjutan.
Konsorsium lintas sektor ini melibatkan Yayasan Lingkar Rakyat Nusantara Berau (Yalira), Yayasan Dharma Bhakti Berau Coal (YDBBC), Yayasan Konservasi Alam Nusantara (YKAN), serta Dinas Pemberdayaan Masyarakat Kampung (DPMK) Berau.

Guna memastikan seluruh program sejalan dengan visi-misi Bupati Berau, kegiatan ini juga dihadiri oleh berbagai Organisasi Perangkat Daerah (OPD) strategis.
Di antaranya Bapelitbang, Dinas Perkebunan, Dinas Pangan, Diskoperindag, Dinas Pertanian dan Tanaman Pangan, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata, hingga Dinas Perikanan.
Kehadiran lintas instansi ini diharapkan mampu menciptakan akselerasi program di lapangan sekaligus memecahkan berbagai hambatan birokrasi.
Tema yang diangkat tahun ini menegaskan komitmen konsorsium untuk meninggalkan pendekatan yang seragam bagi semua wilayah.
Sebaliknya, setiap program pemberdayaan akan difokuskan pada keunikan dan potensi spesifik yang dimiliki oleh masing-masing kampung, baik itu di sektor pariwisata, pertanian, maupun pengelolaan sumber daya alam yang ramah lingkungan.
“Pemberdayaan yang paling efektif adalah yang berakar dari apa yang dimiliki masyarakat setempat. Melalui konsorsium ini, kami ingin memastikan Bumi Batiwakkal tidak hanya tumbuh secara ekonomi, tetapi juga tangguh secara sosial dan lestari secara lingkungan,” tegas Project Coordinator, Hamzah Nasir.
Kolaborasi yang apik antara pihak swasta melalui YDBBC, lembaga non-profit seperti Yalira dan YKAN, serta pemerintah melalui DPMK dan OPD terkait, menjadi model tata kelola gotong royong yang ideal bagi pembangunan daerah.
Sinergi ini diharapkan mampu memberikan dampak langsung pada kualitas tata kelola pemerintahan di tingkat kampung.
Program Sigap Sejahtera sendiri merupakan inisiatif kolaboratif yang fokus pada pendampingan masyarakat kampung di Kabupaten Berau.
Melalui pendekatan SIGAP (Aksi Inspiratif Warga untuk Perubahan), program ini bertujuan meningkatkan ekonomi kerakyatan dan memastikan pemanfaatan sumber daya alam dilakukan secara berkelanjutan demi masa depan Bumi Batiwakkal. (*/Adv)
