TANJUNG REDEB – Berawal dari lulus kuliah pada April 2019, Megawaty kembali ke Kabupaten Berau dan terjun ke usaha kuliner.

Dua bulang setelah lulus, Megawaty merilis minuman jelly dengan brand Meggy Jelly Drink.

Meski tak semudah membalikkan telapak tangan, usaha yang dirintis dengan pengalaman seadanya itu, ternyata mampu eksis hingga saat ini.

Megawaty menceritakan awal mula dirinya bisa terjun di berbagai usaha hingga akhirnya memutuskan mengembangkan usaha kuliner yang ada.

“Melihat animo pembeli, akhirnya pada November 2019 saya menambah menu baru sebagai pendamping minuman jelly, yakni Onigiri. Apalagi saat kuliah juga saya sangat suka makan Onigiri, jadi mulailah membuat sendiri,” terang Mega beberapa waktu lalu.

Berbekal ilmu yang terbatas, usaha Mega pun mengalami jatuh bangun. Di 2020, dirinya membuka bisnis lain berupa rental alat camping atau outdoor karena suka aktivitas luar ruangan.

“Saya lihat di Berau ini bisa jadi peluang usaha, makanya saya buka juga bisnis itu. Tapi ternyata memang bisnis kuliner lebih menjanjikan,” kata Mega.

Dengan keteguhan dan konsistensinya, pada 2024, Mega akhirnya menyewa outlet untuk memasarkan Onigirinya secara langsung, bukan hanya melalui online.

Saat ini, produk Onigiri buatannya telah masuk ke ritel modern seperti Solo Mart, Nano Mart, dan Unggul Mart.

“Untuk bahan base utamanya kita buat sendiri. Nasi dan lauknya masak sendiri. Tapi ada juga bahan yang memang harus diambil dari luar, yakni Nori atau rumput laut sebagai pembungkusnya,” bebernya.

Banyak keunggulan dari produk buatannya. Pertama, Onigiri merupakan makanan praktis yang tinggal buka langsung makan, tanpa ada sisa makanan yang terbuang. 

Kedua, bentuknya kecil, sehingga mudah dibawa di kantong atau di tas dan tidak mudah tumpah. Ketiga, mudah ditemukan di mana saja di outlet mitra.

“Yang terpenting, Onigiri ini pasti bergizi karena sudah mengandung karbohidrat dari nasinya, protein dari lauknya, dan serat dari rumput lautnya. Sehingga bisa menjadi opsi alternatif bagi anak-anak yang biasanya tak suka makan nasi,” katanya.

Selain bergizi, Mega menyebut jika produknya telah mengantongi sertifikasi TKDN dari pusat dan Kaltim. 

Progres yang dikejar saat ini adalah sertifikasi perizinan lainnya karena permintaan pasar yang cukup banyak, sehingga salah satu upaya untuk meningkatkan kepercayaan konsumen adalah lengkapnya sertifikasi.

Dengan kegigihannya, sertifikasi halal Onigiri Meggy akhirnya terbit di 25 Februari 2025 dari MUI.

Untuk pengurusannya dibantu Diskoperindag Berau dengan memberikan pendampingan intens dan dimudahkan dalam setiap proses perizinannya.

Sedangkan, untuk sertifikasi lain seperti PIRT tidak diurus lantaran Onigiri tidak memenuhi syarat karena masa simpannya hanya di bawah 7 hari.

Tak hanya itu, bermacam pelatihan mulai dari kewirausahaan, desain grafis dan fotografi produk dari Dispora, pernah diikuti.

Selain itu, ada pula berbagai pelatihan dari Diskoperindag Berau yang merupakan komitmen pemerintah daerah dalam pengembangan UMKM Berau.

“Banyak ilmu yang didapat sejak memulai usaha. Sebagai UMKM, harus banyak cari relasi dan informasi aktif dari OPD karena banyak memfasilitasi produk UMKM. Bantuan itu banyak sekali, tinggal kita dari UMKM bagaimana bisa bergerak aktif sendiri,” tutupnya. (Adv/Aya)