TANJUNG REDEB – Di tengah ramainya pilihan kuliner di Tanjung Redeb, sebuah nama berhasil mencuri perhatian dari mulut ke mulut. 

Adalah Pisang Aroma Bang Zul, camilan sederhana yang berkat konsistensinya menjaga kualitas, kini menyandang reputasi sebagai “pisang aroma terenak di Berau” menurut para pelanggannya.

Klaim tersebut bukan tanpa alasan. Zulkarnain, sang pemilik, membeberkan sendiri sejumlah faktor yang membuat produknya istimewa. Baginya, setiap detail, mulai dari bahan baku hingga cara penyajian, sangatlah penting.

“Pisang Aroma ini punya ukuran lebih besar dari rata-rata, dibuat dari bahan berkualitas, dan digoreng langsung di tempat dengan minyak baru. Varian rasanya beragam, termasuk keju yang masih jarang ditemukan di tempat lain. Dengan harga 5 ribu dapat 4 potong, banyak pelanggan menyebut ini sebagai pisang aroma terenak di Berau,” jelasnya.

Perjalanan Zulkarnain membangun reputasi ini dimulai hampir dua tahun lalu. Pada Oktober 2023, pemuda yang akrab disapa Zul ini memutuskan hijrah ke Tanjung Redeb untuk merintis usahanya dari nol.

Tentu saja, perjalanannya tidak selalu mulus. Ia mengaku sempat menghadapi tantangan, salah satunya saat membuka cabang kedua di lokasi yang kurang strategis sehingga sepi pembeli. 

Namun, ia tak patah arang dan segera memindahkannya ke tempat yang lebih ramai. Baginya, tantangan untuk terus berkembang adalah bagian dari usaha.

“Tantangan lainnya adalah mengenalkan produk pisang aroma saya ini ke lebih banyak orang agar semakin dikenal luas,” tambahnya.

Kini, kerja kerasnya terbayar lunas. Dua gerobak Pisang Aroma Bang Zul yang berlokasi di Jalan Pembangunan dan Jalan Raja Alam 1 Sambaliung, tak pernah sepi pembeli. Dari dua cabang tersebut, Zul mampu mengantongi omzet lebih dari Rp10 juta setiap bulannya.

Kesuksesan ini tidak membuatnya lupa diri. Zul berharap usahanya bisa menjadi inspirasi dan bukti bahwa UMKM dapat tumbuh kuat jika didukung oleh masyarakat dan pemerintah. Baginya, usaha kecil bukan hanya soal berjualan, tetapi juga merupakan bagian dari perjuangan hidup banyak orang. (Adv/aya)