BERAU TERKINI – Gerakan Pramuka Kwartir Cabang atau Kwarcab Berau kembali menunjukkan eksistensinya dalam pembinaan generasi muda melalui jalur olahraga. Organisasi ini resmi menggelar Kwarcab Futsal Berau Cup antar pelajar di GOR Pemuda Tanjung Redeb, Jumat (26/12/2025).
Ajang ini menjadi bukti konsistensi Pramuka Berau yang telah menggelar turnamen serupa selama enam tahun berturut-turut. Kompetisi ini dijadwalkan berlangsung sengit hingga 29 Desember 2025 nanti.
Ketua Kwarcab Berau Syarifatul Sya’diah mengungkapkan rasa bangganya atas terselenggaranya kegiatan rutin tahunan ini. Menurutnya kompetisi ini sudah menjadi agenda yang selalu dinantikan oleh sekolah-sekolah di Bumi Batiwakkal.
“Ini adalah momen yang ditunggu oleh para siswa di sekolah-sekolah yang ada di Kabupaten Berau,” ungkap Syarifatul.
Sebanyak 52 tim ambil bagian dalam perebutan piala bergengsi ini. Peserta tidak hanya berasal dari sekolah di area perkotaan saja. Tim-tim dari wilayah pesisir jauh seperti Kecamatan Biduk-Biduk dan kepulauan Maratua turut hadir meramaikan suasana.
Legislator Karang Paci ini berharap kehadiran puluhan tim ini tidak sekadar untuk mencari juara. Ia menekankan pentingnya membangun relasi persahabatan antar pelajar melalui pertemuan di lapangan futsal.
“Yang terpenting ini menjadi ajang silaturahmi antar pelajar dan menumbuhkan semangat pantang menyerah serta sportivitas yang tinggi,” tambahnya.
Potensi Bibit Atlet
Pembukaan turnamen dihadiri oleh jajaran Forkopimda serta ratusan pelajar yang memadati tribun GOR. Bupati Berau Sri Juniarsih diwakili oleh Asisten I Bidang Pemerintahan Setkab Berau Hendratno membuka acara secara simbolis.
Pemerintah daerah memberikan apresiasi tinggi kepada Kwarcab Berau dan seluruh panitia pelaksana. Hendratno menilai membludaknya jumlah peserta hingga 52 tim adalah indikator nyata tingginya minat olahraga futsal di kalangan remaja.
“Ini merupakan realitas yang sangat baik dan menunjukkan bahwa kegiatan ini disambut antusias oleh para pelajar,” kata Hendratno.
Ia juga menyoroti pentingnya peran pemangku kepentingan olahraga dalam memanfaatkan momentum ini. Dinas Kepemudaan dan Olahraga, KONI, PSSI, serta Asosiasi Futsal Kabupaten diminta lebih jeli melihat potensi atlet.
Pembinaan berkelanjutan mutlak diperlukan agar bakat-bakat muda ini tidak layu sebelum berkembang. Tujuannya jelas agar futsal Berau mampu berbicara banyak dan berprestasi di level kompetisi yang lebih tinggi.
Kepada para peserta yang bertanding Hendratno mengingatkan soal mentalitas seorang atlet. Menang atau kalah di lapangan adalah hal lumrah dalam sebuah kompetisi.
Ia meminta seluruh pelajar untuk menikmati pertandingan dan menjunjung tinggi nilai-nilai kejujuran. Turnamen ini sejatinya adalah kawah candradimuka untuk melatih jiwa kesatria generasi muda Berau.
“Hari ini, seluruh tim adalah pemenang,” tegasnya. (*)
