BERAU TERKINI – Imbas konflik di Timur Tengah, Panglima TNI instruksikan pasukan semua satuan dan matra siaga satu.

Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto menerbitkan instruksi untuk meningkatkan status siaga bagi segenap satuan dan prajurit TNI.

Dilansir CNN Indonesia, instruksi itu tertuang dalam Telegram Panglima TNI Nomor TR/283/2026.

Dalam instruksi itu tertuang perintah Panglima TNI Agus Subiyanto untuk meningkatkan kesiapsiagaan menyusul konflik di Timur Tengah.

Terdapat tujuh instruksi Panglima TNI tersebut mulai dari menjaga objek vital nasional atau obvitnas hingga memantau pertahanan udara.

Kapuspen TNI Brigjen Aulia Dwi Nasrullah membenarkan instruksi Panglima TNI itu.

Menurutnya instruksi tersebut sesuai dengan tugas pokok dan fungsi TNI dalam rangka menjaga dan mempertahankan kedaulatan bangsa dan negara.

Panglima TNI Agus Subiyanto (Instagram/@91agussubiyanto)
Panglima TNI Agus Subiyanto (Instagram/@91agussubiyanto)

Instruksi tersebut akan dilaksanakan dengan melakukan pemeriksaan di tiap satuan secara rutin.

“Dengan demikian TNI harus memiliki kesiapsiagaan operasional yang tinggi, salah satunya adalah dengan melaksanakan Apel pengecekan kesiapan secara rutin,” kata Brigjen Aulia Dwi Nasrullah dikutip dari laporan CNN Indonesia.

Berikut ini instruksi Panglima TNI:

-Panglima Komando Utama Operasi (Pangkotamaops) TNI diminta menyiagakan personel dan alutsista serta melakukan patroli di objek vital strategis dan pusat perekonomian.

Patroli tersebut mencakup bandara, pelabuhan laut maupun sungai, stasiun kereta, terminal bus, hingga fasilitas penting seperti kantor perusahaan listrik negara dan lain-lain.

Kedua,Komando Pertahanan Udara Nasional (Kohanudnas) diperintahkan melaksanakan deteksi dini serta pengamatan udara secara terus-menerus selama 24 jam.

Ketiga,Badan Intelijen Strategis (Bais) TNI diminta memerintahkan atase pertahanan RI di negara-negara terdampak konflik untuk mendata dan memetakan kondisi warga negara Indonesia (WNI), serta menyiapkan rencana evakuasi apabila diperlukan.

BAIS diminta berkoordinasi dengan Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia, KBRI dan otoritas terkait sesuai eskalasi di kawasan Timur Tengah.

Keempat,Kodam Jaya diperintahkan meningkatkan patroli di berbagai objek vital strategis dan kawasan kedutaan besar serta mengantisipasi perkembangan situasi dalam menjaga kondusifitas DKI Jakarta.

Kelima,satuan intelijen TNI diperintahkan melakukan deteksi dini dan pencegahan adanya kelompok yang memanfaatkan situasi di Timur Tengah untuk membuat situasi dalam negeri tidak kondusif.

Keenam, Badan pelaksana pusat (Balakpus) TNI diminta melaksanakan kesiapsiagaan di satuan masing-masing.

Ketujuh, setiap perkembangan situasi yang terjadi harus segera dilaporkan kepada Panglima TNI.