BERAU TERKINI – Warga Gang An-Noor Gunung Tabur, Berau, mengeluhkan jalan rusak yang sudah lama tidak diperbaiki.

Jalan di Gang An-noor yang terletak di Jalan H. A. R. M. Ayoeb, Gunung Tabur terlihat rusak yang membahayakan jika hujan karena licinnya jalan.

Terlihat jalan tersebut masih berupa tanah, kondisi jalan yang tidak rata, dan lumpur di pinggiran parit.

Warga mengungkapkan, mereka tidak bisa keluar gang jika hujan deras, karena jalan akan sangat licin dan lembek.

Salah satu warga setempat, Mila mengatakan, jalanan dalam keadaan licin dikarenakan setelah adanya proyek pembuatan parit di gang tersebut yang setelahnya tidak ada pembersihan.

Ia mengatakan sebelum ada pengerjaan parit, jalan dalam kondisi baik-baik saja.

“Habis dipasangin parit ini kan terus sudah habis itu ditinggali tanah-tanahnya kemarin nda begini jalanya, bagus aja jalannya,” ungkapnya kepada Berauterkini.co.id.

Ia mengatakan bahwa jalanan bahkan bisa ditanami padi karena licinnya jalanan tersebut.

“Lengket semua pokoknya tanahnya. Kalau bisa ditanami padi bisa,” ucapnya.

Ia menambahkan jika jalan akan sangat membahayakan ketika hujan terutama ketika memiliki anak kecil. Ia mengaku bahwa pernah terpeleset bersama anak ketika melewati jalan tersebut, padahal posisi sedang berjalan kaki.

“Apalagi kita yang punya anak kecil ini kan jalan licin. Saya sudah sama anak saya ini, jalan kaki aja loh itu,” keluhnya.

Ia mengharapkan agar segera diperbaiki, dikarenakan banyaknya aktivitas di gang tersebut yang jika licin akan menghambat kegiatan warga di Gang An-noor.

“Soalnya di sini lumayan ramai juga aktivitasnya, karena kan rumah kan rapat-rapat juga disini,” katanya.

Kondisi jalan masih berupa tanah di Gang An-Noor, Gunung Tabur, Berau (Adrikni/BT)
Kondisi jalan masih berupa tanah di Gang An-Noor, Gunung Tabur, Berau (Adrikni/BT)

Warga lain, Yanti mengatakan, tidak adanya pembuangan ketika jika air turun dari atas gunung yang ada di gang tersebut. Hal itu disebabkan paritnya yang lebih tinggi dari tanahnya.

“Jadi buat air jatuh itu enggak ada, jadi bergenang lewat-lewat terus jadi becek gitu,” ujarnya.

Ia mengatakan setelah proyek pengerjaan parit selesai, sisa-sisa material pekerjaan dibiarkan begitu saja bahkan dibuang sembarangan.

“Sudah proyeknya sudah selesai kukira diselesaikan itu tanah timbunannya diratakan kah atau ada kayak gini kan sisa-sisa ini disuruh nimbun kah, enggak ada ditinggal aja angkat alat. Sisa-sisa kayu-kayunya juga sembarang disimpan numpuk di paret,” ucapnya.

“Karena kan kalau sudah hujan berhari-hari paret tuh nutup, sedangkan air ini bingung kita tuangnya kemana,” ungkapnya.

Menurut Yanti, saat hujan deras datang maka ia bahkan menaruh motornya di luar gang, karena jalanan yang licin dan tidak rata, ditambah membawa anak.

Ia mengharapkan agar jalan segera diperbaiki, karena gang lain di jalan tersebut sudah banyak diperbaiki, namun Gang An-noor yang kabarnya adalah gang terlama malah tidak terkondisikan dengan baik.

“Apalagi kalau hujan terus sudah enggak bisa kita keluar,” keluhnya.

“100 meteran aja lah kami minta nda juga sampe ujung sana,” tutupnya.