JAKARTA – Kematian Arya Daru Pangayunan diplomat Kemlu masih menjadi misteri, Kompolnas sebut punya informasi baru.

Penyebab kematian Arya Daru Pangayunan atau ADP, seorang diplomat muda Kemlu yang jenazahnya ditemukan dalam kondisi tidak wajar yakni dengan wajah dililit lakban masih menjadi misteri.

Proses penyelidikan juga masih dilakukan oleh pihak kepolisian yakni Polda Metro Jaya.

Terbaru, Komisi Kepolisian Nasional atau Kompolnas menyampaikan memiliki informasi terbaru seputar kematian Arya Daru Pangayunan.

Informasi itu didapatkan setelah Komisioner Kompolnas bertemu dengan pihak keluarga almarhun Arya Daru Pangayunan.

Hal itu diungkapkan Komisioner Kompolnas Mohammad Choirul Anam, menurutnya Kompolnas memiliki informasi penting usai bertemu dengan pihak keluarga korban pada hari Minggu (20/7/2025) lalu.

Informasi itu berkaitan dengan kronologi kejadian sebelum Arya Daru Pangayunan ditemukan tewas pada Selasa (8/7/2025) lalu.

“Kami menarik ke belakang latar aktivitas almarhum pada hari-H dan waktu-waktu penting sebelumnya. Dari situ, kami mendapatkan sesuatu yang baru,” kata Choirul Anam, Senin (21/7/2025) dikutip dari Beritasatu.

Atas informasi tersebut, Choirul Anam menjelaskan, timnya tengah mendalami tidak hanya kronologi kejadian, tetapi juga struktur peristiwa,

Selain itu, aktivitas almarhum dalam rentang waktu tertentu saling berkaitan hingga akhirnya mengarah pada peristiwa tragis tersebut juga ikut didalami.

“Kami tidak hanya melihat kronologi. Kami menyusun struktur peristiwa yang mencakup interaksi, aktivitas, serta batasan waktunya,” jelasnya.

ADP, seorang diplomat di Kemlu ditemukan tewas mengenaskan
ADP, seorang diplomat di Kemlu ditemukan tewas mengenaskan. (Beritasatu.com/Dayat)

Menurut Choirul Anam, Kompolnas juga memeriksa barang-barang pribadi milik korban yang diduga berkaitan dengan kasus ini. Relasi antara barang dan kejadian menjadi salah satu fokus pemeriksaan.

“Kami akan mendalami makna dan hubungan barang-barang tersebut terhadap peristiwa. Apakah mendukung dugaan yang ada, atau justru memberi arah baru,” ujarnya.

Lebih jauh, Kompolnas menyatakan siap bekerja sama dengan Polda Metro Jaya untuk memverifikasi informasi baru melalui pemeriksaan ulang TKP.

“Kami akan melakukan klarifikasi mendalam. Kalau memang ini bunuh diri, harus ada penyebabnya. Tapi kalau bukan, atau ada tindak pidana, kami harus konstruksi peristiwanya secara menyeluruh,” katanya.