TANJUNG REDEB – Ada kehidupan yang sederhana di balik cerita viral Rian Anton murid SMPN 3 Gunung Tabur, Berau yang rajin bersihkan sekolah.

Di tengah derasnya arus kisah sensasi dan kontroversi di media sosial, muncul satu nama yang membuat banyak orang berhenti sejenak, menarik napas, dan tersenyum.

Dialah Rian Anton, bocah 14 tahun asal Kecamatan Gunung Tabur, yang mendadak viral bukan karena ulah nakal atau kelakuan nekat, melainkan karena kesederhanaan hatinya yang tulus.

Rian Anton bukan selebritas, bukan pula anak pejabat. Ia hanyalah seorang siswa kelas VII SMPN 3 Gunung Tabur, yang setiap hari tanpa diminta siapa pun, membersihkan lingkungan sekolahnya. Halaman, toilet, bahkan selokan sekolah, semua ia rapikan dengan tangannya sendiri.

Menurut wali kelas yakni Fitri Handayani, aksi Rian Anton itu dilakukan seorang diri tanpa paksaan, dia juga membantah bahwa aksi Rian Anton itu adalah hukuman dari pihak sekolah.

“Inisiatif itu muncul dari dirinya sendiri, tanpa paksaan apalagi hukuman. Setiap hari dia melakukannya,” ujar Wali Kelasnya, Fitri Handayani kepada Berauterkini.co.id, Minggu (10/8/2025).

Pemandangan ini menjadi hal langka di usia remaja, saat kebanyakan anak sibuk bercanda atau menatap layar ponsel.

Namun, bagi Rian Anton, membersihkan sekolah bukanlah tugas berat. Baginya, itu sekadar kegiatan mengisi waktu luang saat tak ada pelajaran. Seolah menjadi bagian dari dirinya.

Rian Anton saat masih SD (Ist)
Rian Anton saat masih SD (Ist)

Tidak banyak teman dekat yang dimiliki Rian Anton, sebab dia bukan tipe yang ramai bergaul, namun bukan karena kerap dirundung atau dijauhi, dia hanya lebih nyaman dengan kesendiriannya, baik di sekolah maupun di rumah.

Bahkan, di kantin sekolah, ia kerap membantu merapikan piring dan gelas yang berantakan sebelum berpamitan.

“Bahkan kata ibu kantin, kalau Rian datang, ada yang berantakan Rian bantu susun, mau keluar dari kantin juga selalu pamitan,” paparnya.

Kebiasaan ini rupanya terbentuk dari kehidupannya di rumah. Rian Anton tinggal bersama ibunya dan adiknya, di sebuah pondok sederhana yang dipinjamkan warga. Pernah, mereka hidup tanpa listrik hanya mengandalkan senter ponsel sebagai penerang malam.

Meski begitu, Rian jarang mengeluh. Ia membantu ibunya yang bekerja membersihkan kebun orang, sekaligus menjaga adiknya. Gadget? Hampir tak tersentuh olehnya.

“Dia tak paham bermain smartphone. Sepeda yang kini menemaninya, baru ia miliki setelah ada yang memberinya, dan itu pun lebih sering ia kendarai sendirian,” katanya.

Meski hidup dalam keterbatasan, Rian tetap bersemangat menuntut ilmu. Ia rajin datang ke sekolah, sopan kepada guru, dan tekun belajar meski membaca masih belum lancar. Wali kelasnya bahkan telah mengusulkan namanya sebagai penerima beasiswa.

“Kondisinya memang terbatas, tapi semoga ia bisa tamat SMP dan melanjutkan sekolah,” kata Fitri.

Kisah Rian Anton itu sudah sampai ke telinga Kepala Disdik Berau, Mardiatul Idalisah, yang berencana mengunjungi rumahnya. “Iya, benar. Kami akan temui Rian,” ujarnya singkat.

Viral Murid SMP di Gunung Tabur Berau Inisiatif Bersihkan Sekolah Sendirian
Viral Murid SMP di Gunung Tabur Berau Inisiatif Bersihkan Sekolah Sendirian (TikTok/@smpnegeri3gunungtabur)

Sebelumnya diberitakan, seorang murid SMPN 3 Gunung Tabur menjadi perbincangan warganet lantaran menunjukkan inisiatif seorang murid yang memberishkan lingkungan sekolah.

Sebuah video di media sosial TikTok menunjukkan seorang murid SMP di Gunung Tabur, Berau sedang membersihkan parit sekolah seorang diri.

Murid laki-laki itu terlihat membawa sekop dan membersihkan parit dari lumpur yang mengendap.Saat membersihkan parit, sepatunya yang ia kenakan ikut terkena lumpur.

Video itu diunggah oleh akun TikTok @smpnegeri3gunungtabur dan menjadi viral di media sosial, hingga Kamis (7/8/2025) sudah ada 651 ribu warganet yang menonton video itu.

Dalam video itu dinarasikan, murid tersebut berinisiatif membersihkan saluran parit meskipun saat itu tidak ada kegiatan kerja bakti di sekolah.

Selain itu, aksi murid tersebut juga dilakukan seorang diri tanpa bantuan teman-teman lainnya.

Belakangan diketahui, murid tersebut bernama Rian Anton, siswa di SMPN 3 Gunung Tabur.

Menurut pihak sekolah, Rian Anton melakukan aksi itu atas inisiatif sendiri dan bukan karena disuruh atau bahkan sedang menerima hukuman.

“Rian anton salah satu siswa kami yg berinisiatif membersihkan saluran paret sekolah padahal waktu itu tdk ada kerja bakti dan teman teman lagi main,” tulis akun tersebut.

Warganet yang melihat video itu kagum atas aksi Rian Anton, sebab tidak banyak murid yang mau membantu kebersihan sekolah tanpa harus diminta.

Sejumlah warganet lainnya menjadi terharu akan aksi Rian Anton, ada juga warganet yang hendak memberikan bantuan kepada Rian Anton.

“anak baik, berinisiatif, punya kepedulian tinggi, sangat langka di jaman sekarang ini,” tulis warganet.

“Kepada Bpk/ibu guru adakah nmor rekening sya mau nitip untuk adeknya beli sepatu,” ucap warganet.