BERAU TERKINI – Berikut ini kisah Erni Ocnawati mengembangkan batik lokal dengan motif terinspirasi dari alam di Kelay, Berau.

Usaha Ekonomi Kreatif (Ekraf) berbasis kearifan lokal di pedalaman Berau semakin terlihat dengan adanya batik ZKS karya Erni Ocnawati yang memadukan seni tradisional dengan teknik kimiawi modern.

Berbekal hobi menggambar Erni Ocnawati memulai menekuni seni batik dengan motif ciri khasnya lebah madu dan aliran sungai yang menggambarkan kearifan lokal di Kecamatan Kelay, Berau.

“Kalau motif saya buatnya lebah madu dan aluran sungai karena di tempat saya itu masyarakat rata-rata mencari penghidupan dari alam,” ujar Erni Ocnawati pada Berauterkini.co.id, Senin (16/2/2026).

Erni Ocnawati menjelaskan awal mula dirinya memulai usaha batik rumahan pada tahun 2022 setelah mengikuti pelatihan membatik yang di gelar di Kecamatan Kelay.

Batik dari Kampung Panaan, Kecamatan Kelay. (Dok. Disbudpar Berau)
Batik dari Kampung Panaan, Kecamatan Kelay. (Dok. Disbudpar Berau)

Dalam proses produksi pewarnaan ia menerapkan teknik tambahan berupa penaburan bubuk urea setelah pewarnaan kain agar warnanya lebih kuat.

“Yang membedakan batik saya dengan yang lainnya itu penggunaan bahan untuk pewarnaannya, saya pakai bubuk urea yang sudah teruji klinis jadi aman untuk kulit,” jelasnya.

Proses pembuatan satu kin batik membutuhkan waktu kurang lebih empat hari mulai dari pembuatan motif hingga tahap finishing.

Meski memiliki peluang pasar yang menjajikan diakui Erni dalam menjalankan usahanya Ia terkendala dalam hal permodalan.

“Kalau kendalanya sih paling di modal untuk saat ini,” tuturnya.

Bagi wisatawan yang berkunjung ke Kampung Panaan, Kecamatan Kelay bisa membawa pulang kain Batik ZKS karya Erni dengan harga Rp 750 ribu.(*)