BERAU TERKINIBerauRunners awalnya hanya komunitas kecil pecinta lari, tetapi kini menjadi bagian dari gerakan lari di Berau.

Minggu pagi matahari baru saja naik. Jalanan di Tanjung Redeb masih lengang dari kejauhan, sekelompok orang berkaus dan bercelana olahraga tampak berlari santai.

Wajah mereka tersenyum, sebagian bercanda, sebagian fokus mengatur napas. Inilah pemandangan khas setiap Minggu pagi di Berau Sunday Social Run dari komunitas BerauRunners.

Cerita BerauRunners dimulai pada 2015 Muhammad Ector Prasetyo, Firman Gunawan, dan Bambang alias Om Bams rutin berlari bersama. Apa yang awalnya hanya kebiasaan kecil berubah menjadi komunitas ketika semakin banyak teman bergabung.

Komunitas lari Berau Runners
Komunitas lari Berau Runners (Instagram/@beraurunners)

“Waktu itu kami hanya ingin rutin lari bareng. Lama-lama makin banyak yang ikut. Sampai akhirnya kami dilirik Indorunners dan resmi jadi komunitas mereka yang ke-9,” kenang Rizkia Boby, Captain BerauRunners.

Kini, BerauRunners bukan hanya dikenal di Berau. Mereka menjadi bagian dari jaringan Indorunners yang telah memiliki 98 chapter di seluruh dunia.

BerauRunners punya jadwal berlari rutin, di hari Minggu ada Sunday Social Run yang selalu jadi acara favorit lari santai 5 km, cocok untuk semua level, bahkan pemula. “Tidak harus cepat. Yang penting datang, ikut, dan bergerak,” kata Rizkia Boby.

Bagi yang tidak bisa ikut berlari pada pagi hari, ada juga jadwal berlari malam hari pada hari Rabu atau Wednesday Night Run (WNR). Lampu jalan dan suasana kota menjadi teman berlari, menciptakan atmosfer yang berbeda.

Sedangkan Sabtu pagi, giliran Long Run, untuk mereka yang sedang mempersiapkan diri mengikuti lomba jarak jauh seperti 10K atau half marathon.

Komunitas lari Berau Runners
Komunitas lari Berau Runners (Instagram/@beraurunners)

Selain lari sosial, mereka juga rutin mengadakan latihan interval dan tempo, terutama menjelang event besar. Bahkan, komunitas ini memberikan wadah bagi atlet muda Betau membantu mereka meningkatkan jam terbang.

Sejak terbentuk, BerauRunners tak pernah absen dari berbagai event lari di Indonesia. Mereka rutin mengirim perwakilan ke Bali Marathon, Borobudur Marathon, bahkan World Major Marathon seperti Tokyo, Chicago, Berlin, dan Sydney beberapa anggota sudah menorehkan prestasi dengan menuntaskan race di level dunia.

Tidak hanya ikut event luar, BerauRunners juga mengadakan event sendiri untuk memeriahkan dunia lari di Berau. “Kalau kita di Berau biasanya sekali setahun,” jelasnya.

Salah satu hal unik dari BerauRunners adalah tradisi race bareng. Sejak awal tahun, anggota diajak menabung bersama untuk biaya pendaftaran, transportasi, hingga akomodasi event lari di luar kota atau luar negeri.

“Tahun depan target kami Amazing Bangkok Marathon. Seru karena bisa bareng-bareng dari persiapan sampai finish line,” ujar Rizkia Boby antusias.

Bagi Boby, lari bukan sekadar olahraga, tapi juga cara mengubah hidup. “Saya dulu obesitas, sering sakit. Setelah rutin lari, saya turun 20 kg dalam 3 bulan. Badan jadi ringan, tidur lebih nyenyak, dan hampir tidak pernah sakit,” ujarnya.

Kisah seperti Boby bukan satu-satunya. Banyak anggota BerauRunners yang awalnya hanya ingin sehat, lalu jatuh cinta pada lari, bahkan ikut marathon internasional.

Identitas Lokal: Surung Balari

BerauRunners ingin lebih dekat dengan masyarakat. Karena itu, mereka memilih tagline “Surung Balari”, yang dalam bahasa Berau berarti mari berlari.

Tagline ini sekaligus menjadi ajakan, sebuah dorongan ramah agar warga Berau tak ragu bergabung. “Siapa pun boleh ikut. Tidak harus pelari profesional. Kita lari bareng, santai, sambil kenalan. Semua gratis,” tegas Boby.

Komunitas lari Berau Runners
Komunitas lari Berau Runners (Instagram/@beraurunners)

“Lari itu investasi kesehatan. Lebih baik capek di jalan daripada capek di rumah sakit,” lanjutnya.

BerauRunners kini menjadi wajah gaya hidup sehat di Berau. Setiap minggu mereka membuka kesempatan bagi siapa saja yang ingin bergabung.

Tidak perlu biaya, hanya butuh niat dan sepatu olahraga. “Mari mulai dari langkah pertama. Surung Balari,” ajak Boby.(*)