BERAU TERKINI – Kisah Arya merintis usaha minuman cokelat khas Berau yakni Coma berangkat dari keresahan saat mencari pekerjaan.
Bagi Muhammad Arya Mi’raj (23), akhir masa kuliah bukan hanya tentang menunggu wisuda atau mencari pekerjaan.
Keresahannya sebagai pemuda di semester akhir pada 2023, berujung pada sebuah ide untuk menghadirkan sesuatu yang berbeda di tanah kelahirannya, Berau.
Usaha itu diberi nama Coma, singkatan dari Coklat Masduki. Nama ini dipilih bukan tanpa alasan. Masduki adalah nama almarhum kakeknya, sosok Masduki dikenalnya sebagai pribadi jujur, rajin, dan ulet. “Saya ingin semangat beliau tetap hidup dalam usaha ini. Karena itu saya pakai nama beliau,” ujar Arya.
Berbeda dengan kedai minuman pada umumnya, Coma hanya fokus pada minuman dingin. Saat iini, Arya sudah menghadirkan 20 varian menu di Coma.
Varian menu tersebut berasal dari lima bahan dasar yakni, cacao, mosu, coffee, sweet coffee, dan matcha. Semua varian menu itu diracik sendiri olehnya, dengan misi menjaga konsistensi rasa dan kualitas layanan kepada konsumen.
Selain menunya yang bervariasi, Arya punya satu kebanggaan yang menjadi ciri khas Coma, yakni penggunaan cokelat lokal Berau.
Baginya, produk lokal cokelat Berau adalah harta yang harus diperkenalkan lebih luas.

“Untuk cokelat Berau, saya sangat mencintai produk ini. Tujuannya bukan hanya sekadar jualan, tapi juga mempromosikan hasil olahan tanah kelahiran kita. Cokelat Berau punya rasa khas, dan ketika digabung dengan bahan lain, justru cirinya makin keluar,” jelas Arya.
Menurut Arya, konsumen cukup antusias. Rasa khas cokelat Berau yang berpadu dengan racikan minuman modern membuat banyak orang penasaran dan kembali mencoba.
Meski dijalankan seorang diri, Arya tak merasa hal itu sebagai kendala melainkan sebuah tantangan. Sebab dirinya harus menjaga konsistensi kualitas produk serta layanan tanpa bantuan orang lain.
“Bukan kendala sih, lebih ke tantangan, yang penting bagaimana konsumen puas dan tetap percaya dengan produk kami,” katanya.
Kedai Coma kini bisa dijumpai di Jalan Marsma Iswahyudi, Rinding, tepatnya di depan SMA Negeri 2 Berau. Arya berharap Coma bisa menjadi bagian dari kebanggaan masyarakat Berau, sekaligus memperlihatkan bahwa produk lokal bisa bersaing dengan tren minuman kekinian. (*/adv)
