BERAU TERKINI — Pemerintah Kabupaten Berau tengah mempertimbangkan langkah strategis untuk memaksimalkan aset daerahnya. 

Rencana revitalisasi kawasan padat penduduk yang saat ini dikenal sebagai area kios 4×6 atau “Petak Seribu” dianggap sebagai kunci untuk memperkuat citra Berau sebagai Daerah Tujuan Wisata (DTW).

Kios-kios yang kini menjual beragam komoditas, mulai dari makanan-minuman, sembako, konter handphone, hingga tempat jahit, diwacanakan untuk disulap menjadi pusat kuliner khas Bumi Batiwakkal. 

Langkah ini dinilai dapat meningkatkan pelayanan bagi wisatawan sekaligus menggenjot Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Kepala Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan (Diskoperindag) Berau, Eva Yunita, membenarkan bahwa rencana revitalisasi ini merupakan salah satu pembahasan penting dalam agenda pembangunan Berau ke depan.

“Iya memang itu ada dibahas,” kata Eva.

Eva menjelaskan, dasar dari wacana strategis ini adalah dorongan dari pemerintah pusat agar daerah dapat memaksimalkan aset untuk meningkatkan PAD.

“Potensinya lewat skema sewa tempat. Sama seperti sewa kios saat ini,” ucapnya, memastikan bahwa aset tetap dikelola dengan skema retribusi atau sewa.

Secara pribadi, Eva melihat pengambilan kebijakan untuk memperkuat status kawasan wisata di Berau adalah hal mendesak. 

Apalagi, pemerintah daerah di seluruh Indonesia didorong untuk mengalihkan ketergantungan keuangan dari transfer pusat, terutama menjelang 2026.

“Semua yang potensi menambah pendapatan, memang harus dimaksimalkan,” ujarnya.

Meskipun rencana ini strategis, Eva mengakui, pelaksanaannya membutuhkan tahapan yang panjang dan rumit. 

Revitalisasi ini akan bersinggungan langsung dengan kepentingan masyarakat yang saat ini menggantungkan usaha di lahan tersebut.

Selain itu, perlu perencanaan yang matang, mulai dari desain hingga proses pengerjaan fisik proyek.

“Panjang lah itu waktunya, kalaupun rencana ini disetujui kepala daerah,” tutur Eva.

Dia memastikan bahwa wacana ini masih dalam tahap pembahasan strategis.

Lebih lanjut, Eva juga menyampaikan pandangannya mengenai kebutuhan Berau akan lokasi strategis milik pemerintah yang dapat dibangun menjadi pusat pertokoan modern. 

Tempat seperti itu sangat dibutuhkan untuk menggeliatkan perputaran uang dalam satu kawasan, sebuah model yang telah berhasil diterapkan di berbagai daerah besar di Indonesia.

“Kalau data lahan milik pemerintah ada di aset kan ya. Mereka yang paham di mana lokasi kita yang potensi untuk membangun iklim ekonomi di Berau,” pungkasnya. (*/Adv)