BERAU TERKINI – Kepengurusan PBNU kembali seperti semula usai kesepakatan islah antara Rais Aam KH Miftachul Akhyar dan Ketum PBNU Yahya Cholil Staquf.
Setelah sempat mengalami konflik internal, organisasi keagamaan terbesar di Indonesia yakni PBNU kembali rukun.
Hal itu terjadi usai Rais Aam KH Miftachul Akhyar dan Ketum PBNU Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya sepakat untuk berdamai atau islah.
Dalam kesepakatan islah itu, kedua belah pihak sepakat untuk menggelar Muktamar PBNU secara bersama.
Dengan kesepakatan islah tersebut, kepengurusan PBNU disebut bakal kembali seperti semula.
Ini artinya tidak akan ada perubahan di posisi jabatan Ketum PBNU, Sekjen PBNU maupun Rais Aam PBNU.

Meski demikian, Sekjen PBNU Saifullah Yusuf atau Gus Ipul mengaku belum mengetahui mengenai kepastian kepengurusan PBNU pascaislah.
Gus Ipul mengatakan, hal tersebut masih harus menunggu arahan lebih lanjut dari Rais Aam KH Miftachul Akhyar dan Ketum PBNU Yahya Cholil Staquf.
“Mudah-mudahan InsyaAllah nanti pada waktu-waktu mendatang akan ada pembicaraan yang lebih lanjut,” ujar Gus Ipul dikutip dari laporan CNN Indonesia.
“Intinya nanti Rais Aam dengan, bersama-sama dengan Ketua Umum akan membicarakan lebih lanjut apa yang akan kita lakukan ke depan,” tambahnya.
Gus Ipul pun meminta semua pihak untuk bersabar dan menunggu arahan lebih lanjut dari KH Miftachul Akhyar dan Gus Yahya.
“Ya nanti akan dibicarakan lebih lanjut. Ya belum bisa, nanti tunggu Kiai Miftachul Akhyar dengan Gus Yahya. Ya nanti kan akan ada disampaikan pada saatnya. Dan nanti ke depannya seperti apa, tunggu saja penjelasan dari Kiai Miftahul Akhyar dan Gus Yahya,” jelasnya.
