Grouting beton seringkali dilakukan sebagai langkah perbaikan dan pemeliharaan sebuah struktur bangunan. Proses ini menggunakan material semen grouting yang diaplikasikan di titik yang tepat.
Salah satu karakteristik material grout yang umum digunakan adalah non-shrink grout. Khususnya pada jenis bangunan struktur berat yang mengalami kerusakan atau butuh antisipasi untuk mencegah kerusakan.
Perbedaan Sifat Grouting Biasa dan Non-Shrink
Mari pahami dulu apa sebenarnya perbedaan antara material grouting yang biasa dan tipe non-shrink. Tentu keduanya memiliki perbedaan signifikan dan pemakaian harus menyesuaikan kebutuhan.
Perbedaan utama dari dua jenis material ini terletak pada penyusutan volume setelah pengeringan. Di sinilah poin yang menjadi kelebihan dari material grouting non-shrink.
Grouting biasa akan mengalami penyusutan setelah material mengering. Umumnya penyusutan ini akan memicu terjadinya celah atau retak.
Sementara itu non-shrink grout adalah bahan yang tidak mengalami penyusutan setelah pengeringan. Material ini memiliki formulasi yang didesain stabil dan tidak berubah bentuk maupun ukuran setelah diaplikasikan.
Selain itu ada beberapa perbedaan lain di antara kedua jenis bahan ini. Grouting biasa memiliki kekentalan yang terbatas sehingga daya alirnya cukup rendah.
Sementara itu grouting non-shrink memiliki kekentalan yang sangat fleksibel jadi daya alirnya lebih bagus.
Tipe non-shrink grout juga lebih banyak digunakan untuk pengaplikasian pada struktur besar dan baseplate. Sementara itu grout biasa digunakan pada pengerjaan umum dan tambalan.
Mengapa Memilih Grouting Beton Non-Shrink untuk Struktur Besar? Ini Alasan dan Keunggulannya
Material grout yang memiliki sifat non-shrink pada umumnya dipilih untuk kebutuhan penanganan struktur besar. Tentu hal ini dilakukan bukan tanpa alasan karena memang butuh pemilihan material yang tepat dalam penanganan struktur bangunan.
Berikut adalah beberapa alasan mengapa non-shrink grout digunakan pada struktur besar.
- Memiliki Kekuatan Tekan yang Tinggi
Material ini hadir dengan formulasi yang kuat. Tidak hanya memiliki struktur yang stabil, material ini juga punya kekuatan tekan yang tinggi.
Kekuatan tekan dari material non-shrink grout lebih besar dibandingkan grout biasa atau mortar biasa. Inilah yang dibutuhkan oleh struktur bangunan besar.
Struktur besar membutuhkan bahan dengan kekuatan tekan yang tinggi sehingga bisa menjaga ketahanan bangunan untuk jangka panjang.
- Memiliki Ketahanan terhadap Getaran
Alasan lain dari pemakaian non-shrink grout pada struktur besar adalah karena memiliki ketahanan terhadap getaran. Ini juga menjadi poin penting mengingat getaran merupakan salah satu faktor yang memberi pengaruh besar pada kondisi struktur bangunan.
Bahan yang digunakan pada struktur besar harus cukup baik menahan getaran sehingga bangunan bisa memiliki kekuatan yang bagus.
- Tahan terhadap Beban yang Dinamis
Kelebihan lain yang dimiliki oleh non-shrink grout adalah tahan terhadap beban yang sifatnya dinamis. Artinya di sini adalah beban yang berubah-ubah seiring berjalannya waktu.
Ini sangat dibutuhkan oleh struktur besar apalagi pada jenis bangunan dengan kapasitas beban yang terus berubah. Ketahanan ini akan membantu bangunan atau struktur tersebut bertahan lama.
- Tahan terhadap Berbagai Cuaca
Sudah pasti salah satu sifat yang penting untuk dimiliki oleh material grout pada struktur besar adalah tahan terhadap berbagai cuaca. Tujuannya agar material ini bisa menjaga struktur tetap kuat dalam cuaca apapun.
Seringkali cuaca memberikan pengaruh besar pada ketahanan dan kondisi struktur bangunan. Namun hal ini dapat diantisipasi dengan adanya penggunaan material grouting beton yang tidak mudah terpengaruh cuaca.

- Risiko Terjadinya Gagal Struktur Berkurang
Alasan berikutnya adalah karena risiko terjadinya gagal struktur sangat minimal. Material ini punya kekuatan dan daya tekan yang sangat baik jadi memang risiko kegagalan struktur bisa diminimalkan.
Ini menjadi keuntungan tersendiri karena akan membuat struktur bangunan jadi lebih kuat. Tentunya hal ini sangat dibutuhkan pada struktur besar agar nantinya tidak perlu mengeluarkan banyak dana dan tenaga akibat kerusakan atau kegagalan struktur.
- Punya Daya Rekat Maksimal
Keunggulan lain dari non-shrink grout adalah memiliki daya rekat yang maksimal dan ini sangat dibutuhkan pada struktur besar. Sifat ini akan membantu memperkecil munculnya celah karena daya rekat optimal.
Kemampuan inilah yang nanti juga akan melindungi struktur dari kerusakan lain. Selama pengaplikasiannya tepat maka daya rekatnya akan semakin optimal.
Material Grouting Non-Shrink Terbaik untuk Diandalkan
Jika Anda membutuhkan material semen grouting non-shrink yang berkualitas maka produk Sika bisa jadi pilihan. Ada beberapa pilihan produk yang bisa digunakan yaitu SikaGrout FM, SikaGrout-215 (new), dan SikaGrout – 280 HS.
SikaGrout FM merupakan material grouting siap pakai yang dikombinasikan dengan silika fume. Kemampuan mengalirnya sangat baik dan pemakaiannya sangat mudah. Konsistensinya dapat diatur dengan baik dan kuat tekan akhirnya sangat tinggi.
Kemudian ada semen grouting non-shrink lain yaitu SikaGrout-215 (new). Produk semen ini juga mudah diatur konsistensinya dan daya alir sangat baik. Bisa digunakan juga pada struktur area laut.
Anda juga bisa menggunakan SikaGrout-280 HS. Material grouting ini tidak mudah menyusut dan dan memiliki daya alir yang sangat baik serta fleksibel.
Sika memiliki pengalaman selama 115 tahun dan menjadi material pilihan dalam berbagai jenis proyek. Salah satunya adalah Jembatan Sungai Colorado di Amerika Serikat. Sika juga menjadi brand pertama yang mencetuskan semen waterproofing di Indonesia.
Untuk memastikan produk yang digunakan sesuai dengan metode aplikasi di lapangan, Anda dapat berkonsultasi dengan tim teknis Sika melalui kontak resmi yang tersedia di halaman Kontak / Dukungan Sika Indonesia.
