TANJUNG REDEB – Ketua RT setempat menyatakan pasutri yang ditangkap di Jalan Milono, Tanjung Redeb, Berau adalah pasangan yang tertutup.

Pasangan suami istri (pasutri) dikabarkan ditangkap oleh tim dari Densus 88 dan Polres Berau, penangkapan itu dilakukan karena keduanya merupakan terduga teroris.

Penangkapan pasutri di sebuah kios ayam potong di Jalan Milono, Tanjung Redeb, pada Kamis (17/7/2025) pagi, menyisakan kegemparan di tengah warga.

Pasutri terduga teroris itu selama ini dikenal sebagai penjual ayam potong, warga sekitar tidak mengira bahwa keduanya ternyata merupakan target operasi dari kepolisian.

Warga mengaku tidak habis pikir, sebab selama ini pasangan itu hidup tenang dan tidak ada kecurigaan sedikitpun.

Ketua RT 12 Sarwani mengaku terkejut saat mengetahui warganya ternyata bagian dari jaringan terorisme.

“Saya baru tahu kalau pasangan penjual ayam itu ditangkap karena dugaan teroris. Mereka pendatang dari Sulawesi Tengah, dan tidak pernah melapor ke RT. Bahkan orang yang mempekerjakan mereka juga tidak memberi kabar,” ujar Sarwani ditemui di kediamannya, Kamis (17/7/2025).

Menurut Sarwani, pasutri itu datang merantau dari Palu, Sulawesi Tengah dengan menumpang kapal pengangkut kelapa ke Berau, Kaltim.

Karena tidak punya tempat tinggal, warga yang iba menampung mereka sementara, sebelum akhirnya pasutri tersebut dikenalkan kepada pemilik usaha ayam potong di Jalan Milono, Tanjung Redeb.

Pasangan itu kemudian bekerja untuk seorang pengusaha ayam potong di sana. Tak hanya diberi pekerjaan, mereka juga disediakan tempat tinggal, sebuah kamar di lantai dua tempatnya bekerja.

“Kurang lebih sudah tiga bulan mereka tinggal dan bekerja di sana,” katanya.

Lebih lanjut, selama tinggal dan bekerja di RT 12, pasangan suami istri itu cenderung menutup diri dan jarang bersosialisasi dengan para tetangganya.

“Mereka suka menutup diri. Hanya berbicara seperlunya terutama saat melakukan jual beli. Kalau tidak ditegur tidak ngomong. Itu kata tetangganya,” katanya.

Sementara itu, salah seorang pedagang sembako yang tidak ingin disebutkan namanya, mengatakan selama bertetangga dengan pasutri itu tidak menaruh kecurigaan apapun.

Dia juga tidak mengerti mengapa tetangganya ditangkap dengan banyak pasukan berbaju hitam.

“Saya sampai sekarang belum tahu. Yang saya tahu dia ditangkap oleh polisi, tapi tidak tahu kasusnya apa,” ujarnya.