BERAU TERKINI – Tenggelamnya KM Mina Maritim 148 di perairan Talisayan masih menyisakan luka mendalam bagi para korban selamat. Di tengah jihad mereka mencari rezeki di lautan luas, takdir berkata lain.
Dari 14 awak yang berlayar, 8 orang pulang dengan trauma, 3 ditemukan tak bernyawa, dan 3 lainnya masih belum diketahui nasibnya.
Salah satu korban selamat, Rahmadi, masih sulit melupakan detik-detik kapal yang menjadi tempatnya bekerja itu perlahan ditelan ombak.
Setiap ingatan tentang malam itu masih jelas melekat di benaknya. Baginya, lautan di malam itu berubah menjadi neraka.
Dengan nada terbata-bata, Rahmadi mengingat, saat itu Minggu (26/10/2025) sekira pukul 00.00-01.00 WITA, kapal mereka mulai menurunkan jaring purse seine untuk menangkap ikan.
Langit masih bersahabat, bintang bertaburan di atas kepala, dan angin berembus lembut.
“Masih normal waktu itu, bintang masih kelihatan saat kami turunkan jaring,” kenangnya.
Namun, kedamaian malam itu berubah drastis. Angin tiba-tiba menderu kencang, disusul kilatan petir yang menyambar gelapnya langit.
Laut bergolak dan wajah-wajah di atas kapal mulai diliputi cemas. Dari pukul 01.00-03.00 WITA, gelombang demi gelombang menghantam tanpa ampun.
Situasi berubah kacau ketika ombak setinggi tiga meter menerjang keras lambung kapal.
Tubuh kapal miring ke kanan, air laut mulai masuk, dan teriakan kepanikan pecah di tengah gelapnya malam.
“Kami semua panik. Kapal miring dan perlahan tenggelam. Dan lompat semua. Kami sempat berkumpul di lunas kapal, 14 orang waktu itu. Tapi ombak besar datang lagi, memisahkan kami semua,” ucap Rahmadi lirih.
Dalam kepanikan itu, ia hanya punya satu tujuan yakni bertahan hidup.
Ia berjuang di tengah gulungan ombak yang tak kenal ampun, berpegang pada apa pun yang bisa menyelamatkannya.
“Saya nggak tahu lagi di mana teman-teman saya. Yang saya tahu, delapan orang berhasil selamat, enam lainnya hilang,” kenangnya.
Kini, setiap kali memejamkan mata, bayangan wajah rekan-rekannya yang hilang selalu muncul di benaknya.
Di antara harapan dan duka, Rahmadi hanya bisa berdoa agar laut segera mengembalikan semua rekannya.
“Semoga korban yang masih hilang segera ditemukan dan bisa kembali ke keluarganya,” pungkasnya. (*)
