BERAU TERKINI Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispusip) Kabupaten Berau, Yudha Budisantosa, menegaskan bahwa akreditasi nasional kini menjadi tolok ukur utama untuk menilai kualitas layanan perpustakaan di daerah.

Yudha menyampaikan, Dispusip Berau terus mengintensifkan program pendampingan untuk mendorong seluruh perpustakaan, baik di kampung maupun sekolah, agar meraih akreditasi. Menurutnya, langkah ini penting untuk menata layanan literasi agar lebih inklusif dan sesuai perkembangan zaman, bukan sekadar untuk memenuhi syarat mengikuti lomba.

“Akreditasi menjadi dasar penting untuk membentuk perpustakaan yang aktif, inovatif, dan berdampak bagi masyarakat. Kami ingin perpustakaan benar-benar menjadi ruang tumbuh bagi semua kalangan,” ujar Yudha, Kamis (6/11/2025).

Dispusip telah membentuk tim pendamping khusus yang bertugas menyambangi perpustakaan untuk membantu pengelolaan koleksi, penataan ruang, dan pembinaan SDM.

“Target kami tidak hanya sebatas penyelesaian akreditasi, tetapi juga memastikan perpustakaan tetap berkembang dan berkelanjutan,” katanya.

Meskipun jadwal lomba perpustakaan tingkat provinsi belum diumumkan, Yudha menegaskan bahwa pihaknya tetap mempersiapkan diri sejak dini. Status akreditasi, lanjutnya, memberi nilai tambah bagi perpustakaan untuk memperoleh dukungan dari berbagai pihak.

“Begitu jadwal diumumkan, kami sudah siap,” tambahnya.

“Ini bukan semata-mata soal prestise, tetapi tentang memperluas akses dan meningkatkan kualitas layanan bagi masyarakat,” tegas Yudha.

Ia berharap, dengan inovasi dan manajemen yang tepat, citra perpustakaan akan berubah menjadi ruang yang lebih dinamis.

“Perpustakaan bukan lagi tempat yang sepi dan hanya berisi buku. Dengan inovasi dan manajemen yang tepat, perpustakaan bisa menjadi ruang kreatif, tempat belajar, dan sumber inspirasi bagi masyarakat,” tutupnya. (adv)