BERAU TERKINI – Anggota DPRD Berau, Arman Nofriansyah, menggelar reses di Kampung Tasuk, Kecamatan Gunung Tabur, serta Kelurahan Teluk Bayur, Kecamatan Teluk Bayur, Senin (25/8/2025). Reses ini akan berjalan pada 25-30 Agustus 2025. 

Reses pertama digelar di rumah salah seorang warga RT 01 Kampung Tasuk dan dihadiri puluhan warga dengan beragam latar belakang pekerjaan.

Dalam pertemuan tersebut, mayoritas masyarakat menyampaikan kebutuhan infrastruktur dan pertanian, mulai pembangunan jalan usaha tani, peningkatan jalan, hingga penyediaan bibit dan pupuk yang dinilai semakin mahal.

“Semua usulan akan kami catat dan kawal ke instansi terkait. Namun, saya minta agar aspirasi yang disampaikan juga dimasukkan ke dalam Musrenbang kampung, supaya lebih mudah dalam proses pengawalan,” kata politisi PKB ini.

Arman mengatakan, Kampung Tasuk memiliki kedekatan emosional tersendiri baginya. Bahkan, Tasuk bagi Arman sudah menjadi rumah keduanya.

Selain itu, Wakil Ketua Komisi II DPRD Berau ini juga merasa berdosa kepada warga Tasuk jika tidak turun langsung menemui mereka.

Pasalnya, pada Pileg 2024, kontribusi warga Tasuk telah mengantarkannya menuju kursi legislatif.

“Saya banyak teman, bahkan bapak angkat saya ada di sini. Jadi, Tasuk ini sudah menjadi rumah kedua saya,” ungkapnya.

Sejak menjabat sebagai anggota DPRD Berau pada 2024, Arman mengaku telah memperjuangkan beberapa program untuk Tasuk, di antaranya pembangunan drainase dan jalan usaha tani.

Ia berkomitmen untuk kembali memperjuangkan dua program tambahan agar manfaat pembangunan dapat dirasakan lebih luas.

“Dua di antaranya jalan usaha tani dan peningkatan fasilitas dasar. Jadi, saya ingin program yang turun dapat memberikan manfaat luas kepada masyarakat,” paparnya.

Selepas dari Tasuk, Arman melanjutkan reses di Kelurahan Teluk Bayur sekitar pukul 20.00 WITA.

Sejumlah usulan prioritas juga disampaikan masyarakat, terutama di sektor pertanian dan budidaya lele.

“Itu akan kami perjuangkan. Apalagi jika kelompok tani sudah terbentuk, Insya Allah kami kawal hingga bisa terealisasi,” katanya.

Menurut Arman, reses menjadi sarana penting bagi anggota dewan dalam meramu aspirasi masyarakat.

Ia menegaskan tidak sekadar menyerap aspirasi, tetapi juga berkewajiban mengawal hingga tahap pembahasan anggaran.

“Reses ini kewajiban kami sebagai wakil rakyat. Semua usulan akan kami sampaikan. Meski tidak semua bisa terealisasi sekaligus, saya pastikan ada usulan prioritas yang akan masuk dalam program pembangunan,” tegasnya.

Arman juga menekankan, realisasi program sangat bergantung pada ketersediaan anggaran.

“Kalau anggarannya cukup, bisa saja masuk. Kalau belum, kami upayakan tahun depan,” pungkasnya. (*)