BERAU TERKINI — Penangkapan buaya kurus di Jalan Pangeran Diguna, Tanjung Redeb, diduga sakit dan tersesat karena mencari makan.

Plh Kepala UPTD KKP3K KDPS Dinas Kelautan dan Perikanan Kaltim, Didik Riyanto, menjelaskan, buaya yang ditemukan warga merupakan jenis buaya muara, namun kondisi fisiknya tampak lemah dan tidak normal.

“Kalau dilihat dari kondisinya, buaya ini kemungkinan sedang sakit. Biasanya buaya muara kuat bertahan meski berada di luar habitatnya, tapi yang ini tampak lemah dan kurus,” ujar Didik, Kamis (6/11/2025).

Menurut Didik, secara alami, buaya muara memang bisa menyesuaikan diri di perairan lain, seperti sungai air tawar, selama masih tersedia sumber makanan.

Namun, buaya yang ditangkap kali ini tampak kehilangan kemampuan berburu.

“Bisa jadi dia tidak dapat makanan. Biasanya mereka makan ikan atau hewan yang melintas di sungai. Karena lemah, mungkin tidak mampu berburu,” jelasnya.

Didik mencontohkan, di beberapa wilayah seperti Teluk Bayur dan Kampung Merancang, buaya muara juga kerap terlihat meski wilayah tersebut bukan habitat aslinya.

“Saya sering lihat di perairan Merancang, bahkan pernah ada kasus korban juga di sana. Padahal itu air tawar, tapi buaya tetap bisa bertahan,” terangnya.

Didik juga mengingatkan agar masyarakat tidak menahan atau memelihara buaya yang tertangkap.

Hewan tersebut sebaiknya diserahkan ke pihak berwenang, seperti Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA), untuk ditangani secara profesional.

Meskipun, kata dia, secara kewenangan sekarang ada di Kementerian Kelautan dan Perikanan.

“Kalau warga tidak bisa melepas kembali ke habitat liarnya, sebaiknya serahkan ke BKSDA. Mereka punya kewenangan dan tenaga ahli, termasuk dokter hewan, untuk menangani satwa seperti buaya,” paparnya.

Didik menambahkan, kasus buaya dalam kondisi lemah seperti ini tergolong langka.

“Saya baru kali ini lihat buaya di alam liar yang kurus seperti ini. Biasanya kuat dan sehat. Jadi kemungkinan besar memang sakit,” pungkasnya. (*)