TANJUNG REDEB – Disbudpar Berau menanggapi rencana DPMPTSP Berau yang akan membangun kapal pinisi untuk tingkatkan investasi di sektor pariwisata.

Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Berau berencana membangun kapal pinisi pada tahun 2026 sebagai upaya meningkatkan investasi dari sektor pariwisata.

Menanggapi rencana itu, Kepala Disbudpar Berau Ilyas Nasir menyampaikan, rencana pembangunan kapal pinisi harus memberikan manfaat bagi masyarakat lokal.

Dia mengatakan, keberadaan kapal wisata kerap kali kurang memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat lokal.

Sebab dengan adanya kapal wisata maka wisatawan biasanya hanya menghabiskan waktu di atas kapal atau menyelam, tanpa bermalam di penginapan lokal maupun membeli produk masyarakat.

“Kalau hanya berlayar dan tidur di kapal, masyarakat kita tidak dapat apa-apa. Harus ada interaksi dengan warga, wisatawan diajak turun, menikmati kuliner, membeli produk UMKM, bahkan menginap di kampung,” tegas Kepala Disbudpar Berau, Ilyas Nasir.

Ilustrasi kapal pinisi di Labuan Bajo NTT
Ilustrasi kapal pinisi di Labuan Bajo NTT (https://sailingkomodo.com)

Pihaknya menilai, kapal pinisi memang bisa menjadi ikon baru, tetapi manfaat ekonomi harus jelas dirasakan masyarakat lokal.

Karena itu, pihaknya mendorong agar investor diarahkan membeli paket wisata lokal, bekerja sama dengan pengusaha kecil, hingga menggunakan jasa transportasi masyarakat.

Pihaknya juga mengingatkan, produk lokal harus ditingkatkan kualitasnya. Mulai dari kemasan, label halal, hingga promosi yang menarik.

“Jangan sampai wisatawan datang tapi produk kita tidak dilirik. Perlu ada perbaikan kualitas agar bisa bersaing,” tambahnya.

Lebih jauh, Disbudpar Berau juga menyiapkan strategi promosi berbasis storytelling, seperti mengangkat mitos Gua Halo Tabung atau kisah Danau Biru Tulung Nilenggo.

Dengan adanya cerita lokal yang diangkat kepada wisatawan diharapkan bisa menjadi magnet tambahan selain panorama laut.

Sehingga proyek kapal pinisi yang tengah digagas DPMPTSP Berau tidak hanya menjadi ikon semata, tetapi benar-benar menyalurkan manfaat ekonomi ke masyarakat.

“Kapal boleh datang, investor boleh masuk, tapi jangan biarkan masyarakat hanya jadi penonton,” ujarnya.

Sebelumnya diberitakan, DPMPTSP Berau, tengah merancang pembangunan kapal pinisi sebagai salah satu upaya mendorong sektor pariwisata bahari dan meningkatkan realisasi investasi di wilayah tersebut.

Kepala DPMPTSP Berau, Nanang Bakran mengatakan bahwa potensi wisata bahari Berau, khususnya di kawasan pesisir dan kepulauan seperti Pulau Derawan, Pulau Maratua, hingga Pulau Kakaban dan Pulau Sangalaki, perlu dioptimalkan melalui inovasi sarana wisata yang menarik dan berdaya saing.

Oleh sebab itu, Pemkab Berau tengah berencana untuk membangun kapal pinisi pada tahun 2026. Nanang bilang, rencana ini merupakan salah satu strategi DPMPTSP Berau untuk menarik investor di sektor pariwisata.

“Pada tahun depan kami berencana untuk mengembangkan pariwisata bahari Berau dengan menyajikan kapal pinisi seperti di Labuan Bajo, mengingat kita banyak pulau dan pesisir yang menjadi potensi,” kata Nanang Bakran saat dihubungi Berauterkini.co.id, Kamis (21/8/2025).