BERAU TERKINI – Kampung Semurut ungkap kontribusi terhadap operasional PAUD Sri Rejeki, mulai dari bantuan fasilitas hingga gaji tenaga pendidik.
Dukungan terhadap operasional PAUD Sri Rejeki di Kampung Semurut, Tabalar, Berau selalu diberikan oleh Pemerintah Kampung Semurut.
Kepala Kampung Semurut, Zainudin Maru menjelaskan, bantuan kepada PAUD Sri Rejeki meliputi fasilitas seperti tempat bermain anak-anak hingga jaringan WiFi gratis.
Tak hanya itu, bantuan operasional untuk gaji tenaga pendidik di PAUD Sri Rejeki juga diberikan oleh Pemerintah Kampung Semurut.

“Bantuan dari kampung itu, mulai dari jaringan WiFi, air PDAM, listrik, kipas angin, meja untuk guru pendidik, permainan untuk anak-anak, terus matras untuk anak-anak dari kampung juga,” ujar Zainudin Maru, Minggu (16/11/2025).
Menurut Zainudin Maru, fasilitas di PAUD Sri Rejeki mulai diperbaiki dan diperhatikan sejak dirinya menjabat sebagai Kepala Kampung mulai tahun 2020 lalu.
Dia menyebut, fasilitas PAUD Sri Rejeki saat ini lebih baik dibandingkan PAUD lainnya di Kecamatan Tabalar atau bahkan di Kota Tanjung Redeb.
“Masa saya itu kan tahun 2020 sampai 2025 ini, itu fasilitasnya, aduh mungkin kalau di fasilitas PAUD-PAUD di kota itu masih-masih mendingan ini, karena semua ada,” jelasnya.

Zainudin Maru menjelaskan, pihak Pemerintah Kampung Semurut juga memberi bantuan gaji tenaga pendidik di PAUD Sri Rejeki.
Karena itu dirinya membantah tenaga pendidik di PAUD Sri Rejeki hanya dibayar Rp 50.000 per bulan.
“Semua tenaga pendidik itu penggajiannya dari kampung, jadi dia hitung per murid, berdasarkan Perbup, dia itu kalau 40 sampai 40 ke atas muridnya, itu kan dia kalau tahun 2025 ini kan Rp 6 juta per lembaga,” ujarnya.
“Sampai itu saya bingung kok kenapa ada Rp 50 ribu? Nah sementara kami dari kampung memberikan dia itu Rp 6 juta per bulan sesuai dengan Perbup,” jelasnya.

Lebih jauh, dirinya menyampaikan komitmen Pemerintah Kampung Semurut untuk terus membantu operasional PAUD Sri Rejeki.
Menurutnya, permintaan bantuan dari PAUD Sri Rejeki selalu ditampung oleh Pemerintah Kampung Semurut saat penetapan anggaran dan pendapatan belanja Kampung.
“Saat kami penetapan APBK Kampung, mereka kan kami undang, apa yang mereka minta, itu yang kami bantu,” ujarnya.
