BERAU TERKINI – Seorang kakek berinisial PI (68) didapati dalam kondisi meninggal dunia di dalam kamarnya, di Gang 2, Jalan S Parman, Gunung Kelua, Samarinda, Kaltim.

Kakek malang tersebut ditemukan dalam kamarnya yang terkunci.

Tiga hari tak keluar kamar, membuat anggota keluarga curiga dan melaporkan kondisi itu ke warga sekitar.

Setelah didobrak, PI sudah ditemukan tak bernyawa tanpa ada tanda-tanda kekerasan yang dialaminya.

Dari pemeriksaan awal tim Inafis, korban diperkirakan telah meninggal dunia tiga hari sebelum ditemukan.

Dalam laporan Kaltim Etam, saat mayat PI ditemukan, sudah dalam kondisi membengkak.

“Diperkirakan korban telah meninggal lebih dari tiga hari,” ujar Pamapta II Polresta Samarinda, Ipda Ilham Satria Brajanata.

Proses evakuasi jasad PI (68) di rumahnya, Handil Kopi, Samarinda, Kaltim. (instagram/@kaltimetam)
Proses evakuasi jasad PI (68) di rumahnya, Handil Kopi, Samarinda, Kaltim. (instagram/@kaltimetam)

Saat ini tak diketahui penyebab pasti kematian korban.

Polisi memutuskan untuk memeriksa kondisi PI di RSUD dr Abdul Wahab Syahrani (AWS) Samarinda, demi mengetahui alasan hilangnya nyawa korban.

“Kami tetap akan melakukan pemeriksaan terhadap jasad korban,” terangnya.

Sementara itu,

Ketua RT 36 Kelurahan Sidodadi, Tirmidzi, mengatakan bahwa selama ini korban memang lebih sering berada di dalam rumah dan jarang berinteraksi dengan lingkungan sekitar.

“Dia jarang keluar rumah. Informasi dari keluarga, korban juga dalam kondisi sakit. Di rumah itu ada tiga orang yang tinggal,” ujarnya.

Tirmidzi mengakui bahwa kondisi tersebut sempat menimbulkan tanda tanya di kalangan warga.

Namun karena korban memang dikenal tertutup, tidak banyak warga yang mengetahui kondisi kesehariannya.

“Memang agak heran juga, tapi kami tidak bisa berbuat banyak karena yang bersangkutan memang jarang keluar rumah,” singkatnya.