BERAU TERKINI – Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Berau mulai mempublikasikan rangkaian agenda unggulan yang akan menghiasi kalender pariwisata sepanjang tahun ini.

Berbagai festival budaya dan ajang musik internasional telah disiapkan, baik yang dikelola langsung oleh dinas maupun acara swadaya masyarakat yang mendapat dukungan penuh dari pemerintah daerah.

Kepala Bidang Pemasaran Disbudpar Berau, Fitriansyah, menjelaskan, tidak semua acara dalam kalender wisata dilaksanakan sepenuhnya oleh dinas.

Pihaknya memiliki peran strategis dalam mengakomodir dan memberikan dukungan terhadap acara-acara yang diinisiasi oleh tingkat kecamatan maupun kampung agar memiliki daya tarik skala kabupaten hingga nasional.

“Jadi tidak semuanya kita yang melaksanakan, tetapi ada beberapa event juga yang memang mungkin bukan menjadi label Dinas Pariwisata, tetapi mendapat sokongan atau stimulan dana dari Dinas Pariwisata,” ungkap Fitriansyah kepada Berauterkini, Selasa (3/3/2026).

Festival Budaya Bekudung Betiung
Festival Budaya Bekudung Betiung (Dok. Kampung Tumbit Dayak)

Salah satu contoh kolaborasi sukses antara masyarakat dan pemerintah adalah upacara adat Bakudung Batiung.

Ritual sakral suku Dayak Gaai dari Kampung Tumbit Dayak, Kecamatan Teluk Bayur, ini menjadi salah satu daya tarik budaya yang rutin didukung oleh Disbudpar Berau.

Selain itu, ada pula Festival Budaya Meja Panjang di Kampung Merasa, Kecamatan Kelay, yang biasanya digelar meriah setiap bulan Juni.

Fitriansyah juga meluruskan, dukungan yang diberikan pemerintah seringkali bersifat stimulan.

Pihak penyelenggara di tingkat kampung tetap didorong untuk mandiri dengan mencari kemitraan tambahan. Misalnya melalui program tanggung jawab sosial perusahaan.

“Itu dapat subsidi dari Dinas Pariwisata, tapi tidak sepenuhnya, sisanya mereka mencari ke luar, misalnya perusahaan-perusahaan lainnya seperti itu,” jelasnya.

Sementara itu, untuk agenda internal yang dibiayai penuh oleh anggaran Disbudpar, jadwal sudah tersusun rapi mulai pertengahan tahun.

Di antaranya Maratua Jazz dan Maratua Music Festival yang dijadwalkan menyapa wisatawan pada bulan Juni. 

Memasuki bulan September, fokus utama akan tertuju pada perayaan Hari Jadi Kabupaten Berau dan Kota Tanjung Redeb yang selalu menjadi pesta rakyat terbesar.

Selain festival besar, Disbudpar juga tetap konsisten membawahi langsung ajang Pemilihan Duta Wisata sebagai upaya regenerasi promotor pariwisata daerah. 

“Untuk internal yang dilaksanakan yang artinya pembiayaannya itu ada di Dinas Pariwisata,” pungkas Fitriansyah. (*)