BERAU TERKINI – Sejumlah kasus serangan buaya menjadi peristiwa penting yang terjadi pada bulan Juni 2025.
Kasus serangan buaya di Berau kembali terjadi pada bulan Juni 2025 lalu.
Saat itu, serangan buaya terjadi di Kampung Kasai, Kecamatan Pulau Derawan, Kabupaten Berau.
Kala itu, serangan buaya memakan korban yakni seorang pria bernama Ayong (52).
Korban Ayong (52) diduga diterkam buaya pada Sabtu malam (14/6/2025) pukul 23.00 WITA.
Peristiwa nahas ini menambah daftar panjang serangan buaya terhadap warga setempat. Beberapa waktu lalu, seorang bocah berusia 10 tahun juga menjadi korban dan hingga kini belum ditemukan.
Informasi peristiwa tersebut dibenarkan oleh aparat Kampung Kasai, Andi Anas. Ia menjelaskan, kejadian berlangsung di RT 01, tak jauh dari rumah korban.
“Korban diduga diterkam saat buang air besar di belakang perahu miliknya yang sudah rusak. Lokasinya di belakang rumah,” ujar Andi.
Menurut Andi, sejak kejadian itu, jejak Ayong belum ditemukan. Sebenarnya, warga Kampung Kasai sudah sangat akrab dengan keberadaan buaya di sekitar sungai.
Satwa liar itu kerap terlihat di permukaan air dan menjadi tontonan biasa warga di tepi sungai.
“Sudah sering terlihat. Warga juga sering berkumpul menonton jika ada buaya muncul ke permukaan,” jelasnya.
Korban Ayong yang diserang buaya tak kunjung ditemukan.
Hingga hari ketiga proses pencarian pun masih berlangsung, tim gabungan melakukan penyisiran di lokasi terakhir kali korban terlihat.
Pada Senin (16/6/2025) atau hari ketiga pencarian, tim gabungan kembali menemukan celana yang diduga milik korban.
“Celana yang diduga milik korban ditemukan sekira pukul 15.00 WITA. Tidak jauh dari lokasi baju korban kemarin,” kata Aparat Kampung Kasai, Andi Anas, kepada Berau Terkini.
Dia juga mengatakan, berdasarkan informasi dari warga, tidak jauh dari lokasi kejadian masih kerap terlihat kemunculan buaya.
“Kata warga di sekitar lokasi masih ada buaya yang terlihat,” paparnya.
Sementara itu, Kapolsek Pulau Derawan, AKP Iwan Purwanto, mengatakan, pencarian terus dilanjutkan oleh tim gabungan dari BPBD Berau, TNI-Polri, serta warga setempat.
Fokus pencarian berada di lokasi terakhir korban terlihat dengan radius yang kini diperluas hingga 70 meter dari titik awal.
“Meski ada petunjuk berupa baju yang diduga milik korban, namun tubuh korban masih belum berhasil ditemukan,” tambahnya.
Terpisah, Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Berau, Nofian Hidayat, membenarkan, hingga Senin sore belum ada hasil yang signifikan dari pencarian. Upaya akan kembali dilanjutkan pada hari berikutnya.

Berdasarkan catatan berauterkini.co.id pada bulan Juni 2025 lalu, jika dihitung dengan serangan buaya terbaru di Kampung Kasai, maka total serangan buaya di Berau sudah ada 8 kasus.
Sebelumnya, Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Berau, Nofian Hidayat menjelaskan, dari Januari sampai Mei tahun ini, setidaknya sudah ada tujuh kali kejadian serangan buaya.
“Enam kali serangan korbannya selamat, dan 1 serangan buaya korbannya tidak ditemukan. Data itu untuk tahun 2025 saja,” katanya.
Dia mengaku sejumlah dilema yang dihadapi ketika warga melihat kemunculan buaya, salah satunya adalah buaya sebagai reptil yang dilindungi.
“Di sana dilemanya. Karena buaya ini dilindungi undang-undang, tapi di sisi lain mengancam nyawa,” jelasnya.
Menurutnya warga harus selalu waspada ketika berada di sekitar sungai atau di dalam air. Ada beberapa hal yang bisa dilakukan.
Yakni hindari berenang, memancing, atau menepi di sungai atau rawa yang dikenal jadi habitat buaya. Waspadai area perairan yang jarang disentuh manusia atau bertanda peringatan.
“Harus selalu waspada. Jangan biarkan anak-anak main terlalu dekat tepi sungai atau rawa,” katanya.
