BERAU TERKINI – Ketua DPRD Kaltim Hasanuddin Mas’ud, seperti cuci tangan atas viralnya sang adik yang juga Gubernur Kaltim Rudy Mas’ud soal renovasi rumah jabatan senilai Rp25 miliar.
Hasanuddin Mas’ud mengatakan dirinya belum tahun detil persoalan tersebut.
Bahkan tak tahu ihwal pembahasan realisasi renov rujab gubernur dan wakil gubernur Kaltim.
Sementara secara fungsi, mesti Hasanuddin Mas’ud menjadi verifikator utama dalam setiap belanja daerah yang dilakukan oleh pemerintah.
“Saya belum menanyakan juga. Adakah?,” tanyanya saat diwawancara awak media dalam laporan Regional Kompas.
Dia menyebut, sebagai ketua dewan dirinya belum tahu pasti ihwal belanja tersebut.
Oleh karenanya, masih dibutuhkan proses koordinasi lebih intens dengan tim anggaran pemerintah daerah alias TAPD Pemprov Kaltim.
“Itu kalau saya ya secara pribadi. Tapi saya cek dulu lah,” kata dia.
Kendati demikian, dia mengetahui ihwal ramainya pemberitaan soal belanja modal Pemprov Kaltim senilai Rp25 miliar untuk renovasi rujab gubernur dan wakilnya.
“Saya tahu soal itu, tapi perlu dicek lagi ya,” ucapnya.
Ihwal pernyataan anggota Banggar DPRD Kaltim yang tak menerima salinan detil belanja Pemprov Kaltim, dirinya pun tak tahu.
Ia berencana untuk mengumpulkan anggota DPRD Kaltim lainnya untuk membahas persoalan tersebut.
“Saya belum tahu juga secara kelembagaan, nanti kita cek kembali,” katanya lagi.

Sebelumnya, Gubernur Kaltim Rudy Mas’ud memberikan keterangan soal belanja modal senilai Rp25 miliar berupa renovasi hingga belanja interior rumah jabatan pada APBD Kaltim 2025 lalu.
Rudy Mas’ud menerangkan bila belanja itu diberikan untuk memperbaharui isi dari rumah dinas yang sudah tak layak pakai.
Mulai dari elektronik seperti televisi yang sudah rusak, lalu toilet yang membutuhkan perbaikan.
Lalu sofa yang sudah tidak layak, kemudian lampu dan kebutuhan lainnya yang bisa merapikan penampakan rumah tersebut.
Perihal ini dia klarifikasi saat di wawancara cegat oleh awak media di Kompleks DPR RI, Senayan, Jakarta beberapa waktu lalu.
“Banyak hal yang harus dibenahi dari rumah dinas itu,” kata Rudy Mas’ud.

