SOLO – Kaesang Pangarep menjadi Ketum PSI, Jokowi dukung besarkan PSI targetkan jadi partai besar di 2034.

Kaesang Pangarep resmi terpilih menjadi Ketum Partai Solidaritas Indonesia atau PSI periode 2025-2030.

Putra bungsu Presiden RI ke-7 Jokowi ini berhasil memenangkan proses pemilihan Caketum di Kongres PSI yang berlangsung di Solo, Jawa Tengah pada Sabtu (19/7/2025) kemarin.

Dalam pemilihan itu, Kaesang Pangarep berhasil unggul atas dua Caketum lainnya yakni Ronald Aristone Sinaga atau Bro Ron dan Agus Mulyono Herlambang.

Hasil akhir pemilihan Caketum yakni Kaesang Pangarep meraih 65,28 persen suara, Bro Ron 22,23 persen suara dan Agus Mulyono Herlambang 12,49 persen suara.

Usai terpilih, Kaesang Pangarep berjanju akan membesarkan PSI, termasuk membawa partai berlambang gajah itu masuk ke Senayan di Pileg 2029 mendatang.

“Periode lalu saya cuma diberi waktu 3 bulan, sekarang saya punya 4 tahun. Percaya sama saya. Mungkin orang menganggap kita gajah kecil, tetapi gajah kecil itu tetap besar. Jadi, lihat nanti,” kata Kaesang Pangarep dikutip dari Beritasatu.

Ketum PSI Kaesang Pangarep
Ketum PSI Kaesang Pangarep (YouTube/PartaiSolidaritasIndonesia)

Sementara itu, Presiden RI ke-7 Jokowi hadir memberikan pidato kebangsaan di Kongres PSI. Dia menyatakan akan mendukung penuh PSI.

Menurut Jokowi, kader PSI harus bekerja keras untuk membesarkan partai.

“Saya akan full mendukung PSI, saya akan bekerja keras untuk PSI,” kata Jokowi.

Jokowi juga meyakini, PSI akan menjadi partai yang besar pada 2034 mendatang. Menurutnya ada beberapa tahapan yang harus dilalui sebelum PSI bertransformasi menjadi partai besar.

“Saya masuk tadi memberikan feeling kepada saya bahwa auranya PSI ini akan menjadi partai kuat dan partai besar. Tetapi jangan tergesa-gesa, ada step-step-nya. Belum di 2029, feeling saya akan mulai di 2034. Dengan catatan semuanya mestinya bekerja keras,” katanya.

Optimisme Jokowi didasari dua hal. Pertama, PSI sudah memilih menjadi partai super terbuka yang memiliki makna saham partai dimiliki seluruh pengurus, anggota, dan kader.

“Tidak ada kepemilikan elite, tidak ada kepemilikan keluarga, semua memiliki saham yang sama. Dengan ini mestinya seluruh anggota seluruh kader itu bersama-sama ikut membesarkan partai karena memiliki rasa yang sama dalam kepemilikan partai,” katanya.

Presiden RI ke-7 Joko Widodo di Kongres PSI
Presiden RI ke-7 Joko Widodo di Kongres PSI (YouTube/PartaiSolidaritasIndonesia)

Kedua, lanjut Jokowi, yang menandakan PSI akan menjadi partai yang besar, adalah penggunaan sistem e-voting atau voting online yang berarti satu anggota memiliki satu suara untuk memilih ketua umum.

“Saya melihat sebagai sebuah revolusi demokrasi. Ke depan semuanya akan ikut berpartisipasi, karena suaranya dihargai, partisipasinya dihargai, siapa pun yang ikut silakan. Itulah partai super terbuka dan pelaksanaan e-voting, tidak ada lagi yang namanya politik di belakang layar,” ujarnya.

“Semuanya open, semuanya terbuka, semuanya transparan. Tidak ada lagi keputusan segelintir orang, yang ada keputusan untuk semua orang,” lanjutnya.

Selain itu, Jokowi juga menyinggung mengenai logo baru PSI, yakni gajah. Menurutnya gajah melambangkan ilmu pengetahuan. Sehingga PSI adalah partai yang cerdas dan beranggotakan kader yang cerdas.

“Gajah juga melambangkan selain ilmu pengetahuan juga kebijakan tetapi yang paling penting gajah itu kuat dan besar, karena itu saya akan full mendukung PSI,” tuturnya.