BERAU TERKINI – Guna memastikan keamanan stok beras, Bulog Berau serap beras lokal hingga datangkan pasokan dari luar daerah yakni Sulawesi Selatan dan Jawa Timur.
Perum Bulog Berau memastikan stok beras di gudang akan mencukupi hingga akhir tahun 2025 ini.
Bahkan, Kepala Bulog Berau Lucky Ali Akbar memperkirakan stok beras masih aman hingga tahun 2026 mendatang.
“Alhamdulillah, untuk stok sampai akhir tahun sudah tertukupi. Bahkan dengan tambahan dari distribusi nasional sekitar 500 ton, stok kita masih mencukupi hingga melewati akhir tahun,” ujar Lucky Ali Akbar, Kamis (16/10/2025).
Dia mengatakan, Bulog juga menyerap beras lokal Berau demi memastikan keamanan stok beras.
Namun, jumlah produksi beras lokal masih belum mampu menutupi kebutuhan konsumsi masyarakat secara keseluruhan.
Karena itu, pihaknya juga mengandalkan pola distribusi beras yang mengacu pada peta nasional, dengan pasokan utama berasal dari Sulawesi Selatan dan Jawa Timur.
“Kita memiliki sekitar 900 ton produksi lokal, tapi memang kapasitasnya belum bisa mengcover kebutuhan daerah. Jadi pasokan kita tetap bergantung dari luar,” jelasnya.
“Dua daerah itu yang paling memungkinkan dari segi akses distribusi dan ketersediaan stok. Jadi pasokan kita mengalir dari dua wilayah tersebut,” katanya.

Pihaknya mengklaim, harga beras di wilayah Berau saat ini terpantau stabil bahkan cenderung menurun.
Penurunan tersebut dipengaruhi oleh masifnya pelaksanaan Gerakan Pangan Murah (GPM) dan distribusi beras SPHP yang diselenggarakan bersama Pemkab Berau, serta TNI Polri.
“Harga pangan saat ini malah cenderung turun karena masifnya gerakan pangan murah SPHP yang kita gelontorkan. Ini berkat kerja sama semua pihak, termasuk TNI, Polri, dan Pemkab Berau,” ujar Lucky.
“Fungsi Bulog sebagai buffer stock tetap berjalan. Kami akan terus memantau pergerakan harga dan pasokan agar kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi,” pungkasnya.(*)
