BERAU TERKINI – Bapenda Berau berupaya mengoptimalkan pendapatan daerah pada tahun depan, berbagai strategi dijalakan.
Pemkab Berau tengah bersiap menghadapi potensi penurunan dana transfer dari pusat pada tahun depan.
Untuk menjaga pendapatan daerah tetap stabil, Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Berau mulai memperkuat strategi optimalisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD), khususnya dari sektor pajak dan retribusi.
Kepala Bapenda Berau, Djupiansyah Ganie, mengatakan pemerintah daerah tidak bisa hanya mengandalkan dana pusat. Karena itu, tahun 2026 diarahkan untuk lebih fokus menggali potensi PAD yang sudah ada.
“Dana transfer dari pusat diperkirakan turun, jadi daerah harus lebih kuat di penerimaan pajak dan retribusi. Kami berupaya menjaga keseimbangan fiskal dengan memaksimalkan potensi yang tersedia,” katanya pada Berauterkini.co.id
Salah satu langkah utamanya yaitu pemasangan Transaction Monitoring Device (TMD) pada sejumlah sektor usaha, seperti hotel, restoran, dan tempat hiburan.
Alat ini berfungsi mencatat transaksi secara otomatis sehingga pembayaran pajak lebih transparan dan akurat.
“Pemasangan TMD ini untuk pengawasan sekaligus transparansi. Jadi transaksi tercatat real-time,” jelasnya.
Selain pengawasan teknologi, Bapenda juga terus mendorong peningkatan kesadaran wajib pajak melalui edukasi dan sosialisasi. Pendekatan persuasif tetap diutamakan agar pelaku usaha memahami kewajiban dan manfaat pajak bagi pembangunan daerah.
“Kami rutin mengingatkan wajib pajak melalui edukasi dan sosialisasi. Pendekatan kami tetap persuasif,” ujarnya.
Untuk tahun anggaran 2026, PAD Berau ditargetkan Rp 450 miliar.
Dari target itu, pajak daerah dipatok Rp 168 miliar, retribusi Rp 132 miliar, hasil pengelolaan kekayaan daerah Rp 15,2 miliar, dan lain-lain PAD sah ditargetkan Rp 134,6 miliar.
Djupiansyah Ganie mengakui tantangan pengelolaan PAD semakin besar, namun optimis target dapat tercapai dengan dukungan masyarakat dan pelaku usaha.
“Kami akan optimalkan seluruh komponen pendapatan agar hasilnya bisa dirasakan kembali oleh masyarakat melalui pembangunan,” ujarnya.
Sebelumnya, Bupati Berau Sri Juniarsih juga telah menyampaikan tujuh strategi peningkatan PAD 2026, termasuk optimalisasi pemungutan pajak sesuai Perda Nomor 7 Tahun 2023, pendataan berbasis teknologi, penguatan BUMD, serta pemberian insentif seperti pengurangan Pajak Reklame bagi koperasi dan UMKM.
Dalam rancangan APBD 2026, total pendapatan daerah direncanakan sebesar Rp 2,737 triliun, dengan PAD Rp 450 miliar dan transfer pusat Rp 2,270 triliun. Belanja daerah ditetapkan Rp 3,325 triliun, sementara pembiayaan daerah bersumber dari prediksi SiLPA 2025 sebesar Rp 588,37 miliar. (*/Adv)
