BERAU TERKINI – KPK buka suara soal kehadiran Wakil Ketua KPK Johanis Tanak yang berada dalam satu acara dengan salah satu saksi kasus korupsi.
Nama Wakil Ketua KPK Johanis Tanak mendapat sorotan usai berada di dalam satu acara yang sama dengan saksi kasus korupsi yang tengah diusut oleh KPK.
Acara yang dimaksud adalah Leadership Forum Dapen BRI Group dan YKP BRI Group di Menara BRIpens, Jakarta, Selasa (7/10/2025) lalu.
Diketahui KPK tengah mengusut kasus korupsi proyek pengadaan mesin electronic data capture (EDC) di bank BUMN pada tahun 2020-2024.
Di mana saksi yang berada di dalam satu acara dengan Johanis Tanak adalah Direktur Utama Dana Pensiun BRI, Ngatari.
Jubir KPK Budi Prasetyo menjelaskan, kehadiran Wakil Ketua KPK sebagai narasumber dan acara tersebut terbuka untuk umum.
Dia mengatakan, kehadiran Johanis Tanak untuk melakukan edukasi soal pencegahan dan pemberantasan korupsi.
“Pada kegiatan ini pimpinan diundang sebagai narasumber dalam forum terbuka, baik bersama narasumber lain ataupun peserta,” ujar Jubir KPK Budi Prasetyo, Jumat (10/10/2025) dikutip dari Beritasatu.
“Mengingat jika kita bicara pemberantasan korupsi, maka selain penindakan, KPK juga terus gencar melakukan upaya-upaya pencegahan, pendidikan, dan koordinasi supervisi. Upaya pemberantasan korupsi ini sekaligus juga mendukung kinerja dunia usaha yang lebih efektif dan efisien,” jelasnya.
Sebagai informasi, KPK mengumumkan dimulainya penyidikan kasus korupsi pengadaan EDC ini pada 26 Juni 2026 lalu.
KPK juga telah menetapkan 5 tersangka kasus ini pada 9 Juli 2025, yakni mantan Wakil Direktur Utama BRI Catur Budi Harto (CBH) dan mantan Direktur Digital, dan Teknologi Informasi BRI sekaligus mantan Dirut Allo Bank Indra Utoyo (IU).
Selain itu, Dedi Sunardi (DS) selaku SEVP manajemen aktiva dan ppengadaan BRI, Elvizar (EL) selaku dirut PT Pasifik Cipta Solusi (PCS), serta Rudy Suprayudi Kartadidjaja (RSK) selaku dirut PT Bringin Inti Teknologi.
KPK menyebutkan kerugian keuangan negara terkait kasus tersebut mencapai Rp 700 miliar atau 30% dari total nilai proyek pengadaan yang Rp 2,1 triliun.
