BERAU TERKINI – Setelah dua hari dinyatakan hilang akibat tenggelam di perairan Kelurahan Karang Ambun, Kecamatan Tanjung Redeb, bocah berusia 13 tahun berinisial RS, akhirnya ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa, Jumat (29/8/2025) sekitar pukul 15.25 Wita.

Jenazah korban pertama kali terlihat oleh seorang warga RT 03 Kampung Sukan Tengah, Kecamatan Sambaliung, yang mendapati tubuh seorang anak laki-laki tanpa baju dan hanya mengenakan celana, terdampar di tepi sungai.

Informasi tersebut dengan cepat menyebar ke warga sekitar. Pemerintah Kampung Sukan Tengah segera melaporkan penemuan itu ke Polsek Sambaliung dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Berau untuk proses evakuasi.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Berau, Nofian Hidayat, membenarkan penemuan tersebut.

Dia memastikan jenazah yang ditemukan adalah korban berinisial RS yang dilaporkan hilang pada Rabu (27/8/2025) sore.

“Sudah dipastikan jenazah yang ditemukan di Kampung Sukan Tengah adalah bocah 13 tahun yang hilang di Kelurahan Karang Ambun. Karena korban sudah ditemukan, maka proses pencarian resmi dihentikan,” ungkapnya.

Nofian menjelaskan, kondisi jenazah saat ditemukan sudah mengalami pembusukan lanjut atau bloating stage. Hal itu terjadi lantaran tubuh korban telah berada di dalam air lebih dari 45 jam.

“Gas hasil pembusukan menumpuk di jaringan tubuh, sehingga jenazah tampak membengkak,” terangnya.

Usai dievakuasi, jenazah langsung dibawa ke RSUD dr Abdul Rivai Tanjung Redeb untuk pemeriksaan lebih lanjut.

Instalasi Kamar Jenazah RSUD dr Abdul Rivai menerima jenazah tersebut sekitar pukul 17.00 WITA yang dibawa menggunakan ambulans PMI.

Humas RSUD dr Abdul Rivai, Dani Apriatmaja, menyampaikan, pihak keluarga korban telah melihat langsung jenazah yang ditemukan itu.

Dari keterangan ibu korban, melalui pengenalan pakaian dan ciri-ciri fisik, dapat dipastikan bahwa jenazah tersebut adalah anaknya yang dikabarkan hilang tenggelam.

“Setelah kami persilakan melihat langsung, ibu korban memastikan bahwa benar jenazah itu adalah anaknya yang hilang di Karang Ambun,” ujarnya.

Lebih lanjut, tim medis RSUD dr Abdul Rivai akan melakukan visum terhadap jenazah tersebut. Hasil visum nantinya akan disampaikan kepada pihak kepolisian untuk proses lebih lanjut.

Sesuai permintaan keluarga, pemulasaran jenazah direncanakan dilakukan malam ini juga di Instalasi Kamar Jenazah RSUD dr Abdul Rivai.

Proses tersebut meliputi memandikan dan menyolatkan jenazah sebelum kemudian diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan. (*)