TANJUNG REDEB – Kejelian melihat peluang di sekitar bisa menjadi awal dari sebuah bisnis yang menjanjikan. Inilah yang dibuktikan oleh Hasri, seorang wirausahawan muda asal Berau yang berhasil mengubah keramaian para pemancing menjadi sumber pendapatan jutaan rupiah setiap bulan.
Melalui merek usahanya, HF Lure, ia memproduksi umpan pancing buatan tangan yang kini tak hanya populer di kalangan pemancing lokal, tetapi juga sudah merambah pasar di luar Berau.
Semua berawal dari pengamatan sederhana pada April 2022 lalu. Hasri kerap melihat banyaknya warga yang menghabiskan waktu dengan memancing di sepanjang tepian sungai di Tanjung Redeb, terutama saat akhir pekan atau malam hari. Dari sanalah ide bisnisnya lahir.
“Saya lihat banyak pemancing di Berau ini. Akhirnya saya membuat umpan pancing ini,” terang Hasri.
Produk andalannya adalah umpan jenis Soft Frog, sebuah tiruan kodok yang terbuat dari bahan karet lunak. Umpan ini dirancang khusus untuk menarik perhatian ikan-ikan predator air tawar, terutama jenis Ikan Gabus dan Toman, dengan gerakan yang menyerupai mangsa alaminya.
Meskipun produknya buatan tangan, Hasri tidak main-main dengan kualitas. Ia berkomitmen untuk selalu menggunakan material terbaik agar umpan yang dihasilkan tidak hanya menarik tetapi juga awet dan memiliki elastisitas yang baik.
“Bahan baku yang dipergunakan adalah bahan premium, dan hasil umpan yang kualitasnya baik dan layak untuk dipasarkan,” jelasnya.
Dari usaha rumahan yang ia jalankan di Jalan Manggarai, Hasri kini mampu mengantongi omzet antara Rp5 juta hingga Rp8 juta setiap bulannya. Selain dijual langsung, produk HF Lure juga ia titipkan di beberapa toko pancing di Berau.
Di tengah kesuksesannya, Hasri berharap Pemerintah Kabupaten Berau dapat memberikan perhatian lebih bagi para pelaku UMKM skala kecil sepertinya.
Menurutnya, dukungan pemerintah sangat diperlukan agar para wirausahawan muda dapat terus berkembang dan berkontribusi lebih besar bagi ekonomi daerah. (Adv/aya)
