BERAU TERKINI – Partai Persatuan Pembangunan (PPP) akan menggelar Muktamar X di Ancol, Jakarta, 27-29 September 2025.

Salah satu agenda Muktamar tersebut adalah memilih ketua umum, di mana sejumlah nama mulai dimunculkan sebagai calon orang nomor satu di partai berlambang Kakbah itu. 

Terkait pemilihan ketua umum dalam Muktamar X, Ketua DPW PPP Kalimantan Timur, Gamalis, menyebut belum mengambil sikap dukungan.

Alasannya, situasi politik nasional saat ini masih sangat dinamis. Pengurus di daerah masih hanya diminta untuk membuat dukungan dalam gelaran Muktamar, tidak sepaket dengan calon yang didukung.

“Belum, nanti kita lihat bagaimana saat Muktamar digelar ya dinda,” kata Gamalis yang ditemui usai pelantikan PPPK di Gedung RPJPD Bapelitbang, Jumat (19/9/2025).

Dia membeberkan, terdapat tiga nama calon yang saat ini sudah menyerahkan berkas secara resmi kepada panitia Muktamar, yakni Mardiono, Agus Suparmanto, dan Husnan Bey Fananie.

Semua tokoh tersebut merupakan para kader yang memiliki karir panjang dalam perjalanan politik PPP.

Mardiono merupakan kader yang diamanatkan untuk mengawal PPP pasca ditinggal Suharso Monoarfa.

Lalu, Husnan Bey Fanani merupakan mantan duta besar Indonesia untuk Azerbaijan dan merupakan santri yang pernah mondok di Pondok Modern Darussalam Gontor, Ponorogo.

Kemudian, Agus Suparmanto, merupakan mantan Menteri Perdagangan di era Presiden Joko Widodo. Dia merupakan kader yang direkomendasikan PPP untuk masuk dalam Kabinet Indonesia Maju.

“Semuanya tokoh yang bagus, tapi kami cenderung wait and see dulu,” tegas Gamalis.

Pihaknya berencana dalam waktu dekat ini akan melangsungkan pertemuan dengan para pengurus di DPC PPP di Kaltim untuk menentukan arah dukungan pada Muktamar di Ancol nantinya.

Wakil Bupati Berau ini membeberkan, setiap DPC memiliki satu suara dan ditambah suara dari DPW PPP.

Kemudian satu suara tambahan diberikan bagi daerah yang memiliki minimal empat kursi di DPRD kabupaten/kota. Berau sendiri memiliki empat kursi dewan dan memenuhi syarat tambahan suara.

“Di beberapa daerah lain ada juga dewannya, seperti di Kutim kami bisa menambah satu suara juga dan Samarinda,” ungkap Gamalis.

Dia menegaskan menaruh syarat penting soal loyalitas kader. Lalu mempertimbangkan amunisi atau dana yang dimiliki untuk menjalankan roda politik organisasi.

Dirinya tak mengelak, kebutuhan dana menjadi salah satu pertimbangan khusus yang mesti dimiliki oleh para calon, mengingat operasional kepartaian menjadi kunci kemajuan PPP pada masa yang akan datang.

“Kita tidak pungkiri itu (dana). Itu dijadikan akomodasi untuk operasional pemenangan partai ke depan,” tegas dia.

Sebagai informasi, selain tiga nama di atas, terdapat sejumlah nama lain yang dikabarkan masuk dalam bursa pencalonan Ketum PPP, di antaranya Sandiaga Uno dan Andi Amran Sulaiman. (*)