BERAU TERKINI – Sejumlah persiapan dilakukan Gereja Katolik Santo Eugenius de Mazenod Berau jelang ibadah malam Natal.
Menjelang Natal, Gereja Katolik Santo Eugenius de Mazenod, Tanjung Redeb, Berau melakukan beberapa persiapan baik secara rohani ataupun fisik.
Pastor Paroki Santo Eugenius de Mazenod, Stefanus Tri menjelaskan, tema Natal tahun ini adalah “Allah Hadir untuk Menyelamatkan Keluarga”.
Dilansir dari laman resmi KWI, tema ini memiliki makna Allah yang hadir untuk menyelamatkan, melalui pemulihan dan penguatan kehidupan keluarga, dan hendaknya keluarga kristiani menjadi tempat di mana kehendak Allah didengarkan dan dilaksanakan.
Ia menjelaskan persiapan Natal tahun ini jika dalam Liturgi adalah mereka melaksanakan masa Adven selama 4 minggu sebelum Hari Natal Tiba.
Menurut Stefanus Tri pihaknya melakukan sejumlah persiapan jelang Natal, dimulai dari masa Adven atau empat pekan sebelum Natal.
Persiapan-persiapan secara rohani yaitu dengan adanya renungan, pendalaman iman di lingkungan-lingkungan selama sampai 4 minggu.
“Itu namanya persiapan Natal atau penantian untuk menyambut kedatangan Kristus sebagai manusia yang datang ke dunia,” ungkapnya kepada Berauterkini.co.id, Selasa (23/12/2025).
Puncaknya yaitu pada tanggal 24 Desember malam, yaitu diadakan Vigili yang memiliki makna peringatan menjelang kelahiran Yesus.
“Menjelang itu artinya persiapan menyambut kedatangan dia yang dipuncaki dengan perayaan kedatangannya itu dengan istilahnya misa malam Natal dan nanti pada Hari Raya Natalnya di pagi hari Itu sebagai 25 Desember,” jelasnya.

Untuk persiapan secara jasmani yaitu dengan adanya panitia yang bertugas mempersiapkan perayaan Natal dengan mempersiapkan untuk perayaan-perayaan di gereja.
Panitia mempersiapkan semua hal mulai dari perlengkapan peribadatan hingga parkir kendaraan, sehingga membantu umat saat peribadatan menjadi nyaman, aman, dan tanpa gangguan.
Pihaknya juga meminta bantuan dari aparat keamanan untuk mengatur lalu lintas, dan memastikan pelaksanaan peribadatan Natal berjalan aman.
“Yang memasang tenda segala macam, kebersihan, dan seterusnya, itu secara fisik yang dipersiapkan,” ujarnya.
Stefanus Tri mengatakan untuk persiapan malam Natal dilakukan pembersihan di lingkungan gereja, termasuk menghias gereja dengan berbagai hiasan, seperti patung, kandang natal, dan pohon terang.
“Hiasan-hiasannya memang agak berbeda dengan yang seperti biasa pada dasarnya di situ ada patung, lilin, ada altar, ada kandang natal yang menjadi ornamen untuk perayaan,” ungkapnya.
“Itu untuk menyambut perayaan yang kami adakan istilahnya Vigili Natal dengan Natalnya Hari Raya Natal,” ucapnya.
Dia juga berharap, agar umat semakin memahami perayaan Natal itu sendiri dan memaknai kehadiran Tuhan dengan semakin mereka mengimaninya.
Ia menjelasan bahwa mengimani dalam artian adalah orang mengakui, melaksanakan, mengamalkan apa yang menjadi perintah Tuhan, sehingga menjadi pengikut yang baik dan benar.
Memberi saksi kepada orang lain akan kebenaran sehingga damai dan sejahtera yang diharapkan baik itu di dalam lingkungan maupun di tengah masyarakat.
“Orang merasanya aman tinggal bersama walaupun dalam perbedaan-perbedaan, itu harapan saya,” tutupnya.
