BERAU TERKINI – Kelangkaan gas LPG 3 kilogram kembali menjadi persoalan klasik yang dikeluhkan warga Kabupaten Berau menjelang perayaan Hari Raya Idulfitri.
Kali ini, keluhan keras datang dari masyarakat di Kecamatan Segah yang mengaku kesulitan mendapatkan tabung gas bersubsidi tersebut dalam beberapa hari terakhir.
Kelangkaan ini memicu kekhawatiran besar di tingkat rumah tangga, mengingat kebutuhan memasak biasanya melonjak tajam saat mendekati hari lebaran.
Seorang warga Segah mengungkapkan rasa frustrasinya lantaran stok gas di wilayah Segah, baik di tingkat pangkalan maupun pengecer, seolah menghilang ditelan bumi.
“Min, bagaimana ini setiap menjelang lebaran gas selalu kosong di mana-mana. Sudah berapa hari gas tidak ada masuk ke Segah,” tulis warga tersebut dalam pesan yang dikirimkan kepada redaksi Berau Terkini.
Menurut pengakuan warga tersebut, kondisi memprihatinkan ini bukan merupakan kejadian pertama.
Distribusi gas LPG 3 kg kerap mengalami kendala setiap kali mendekati hari besar keagamaan, terutama di wilayah kecamatan yang lokasinya cukup jauh dari pusat kota Tanjung Redeb.
Hal ini menimbulkan kesan adanya pola ketidaksiapan distribusi di daerah pinggiran saat permintaan sedang tinggi.
Ternyata, fenomena ini tidak hanya dirasakan oleh warga di daerah hulu.
Irma, seorang ibu rumah tangga di Tanjung Redeb, juga mengakui hal yang sama.
Ia mengeluhkan sulitnya mencari stok gas bersubsidi di sejumlah pangkalan rutin.
Jika pun berhasil menemukan stok, harga yang dipatok para pengecer sering kali melonjak jauh di atas harga normal.
“Kemarin sudah keliling cari, tapi di beberapa tempat juga kosong. Kalau pun ada, harganya mahal,” ujar Irma.
Merespons kondisi ini, masyarakat mendesak adanya perhatian serius dari instansi terkait maupun pihak agen penyalur agar distribusi gas bersubsidi dapat berjalan lancar tanpa hambatan teknis.
Warga berharap pemerintah daerah segera turun tangan melakukan pengawasan ketat di lapangan guna memastikan tidak ada oknum yang melakukan penumpukan stok demi keuntungan pribadi.
Harapan besar digantungkan pada langkah nyata pemerintah untuk menormalkan kembali pasokan gas LPG 3 kg dalam waktu singkat.
Penertiban distribusi dianggap menjadi kunci utama agar gas bersubsidi benar-benar sampai ke tangan masyarakat yang berhak, sehingga keresahan warga menjelang hari kemenangan dapat segera teratasi. (*)
