JAKARTA – Laga Indonesia melawan China di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Kamis (5/6/2025), bukan sekadar pertandingan fase grup. Bagi pelatih Patrick Kluivert, ini adalah ujian fokus dan mentalitas.
Dalam konferensi pers jelang laga, pelatih asal Belanda itu menekankan pentingnya konsentrasi penuh selama 90 menit. Lawan yang dihadapi bukan tim sembarangan.
“Ini akan menjadi laga yang membutuhkan 100% fokus,” tegasnya, Rabu (4/6/2025).
Kluivert membaca permainan China sebagai kombinasi yang menyulitkan: agresif secara vertikal, cepat dalam eksekusi, dan fisik yang unggul di duel udara. Ia tak menampik bahwa skuad Branko Ivankovic punya struktur permainan yang rapi, sekaligus ancaman di ruang sempit.
“Mereka memiliki banyak pemain tinggi yang bisa bermain vertikal juga,” ujarnya. Selain itu, kata dia, “mereka juga penuh dengan energi dan bagus untuk bisa menembus ruang-ruang yang sempit.”
Indonesia datang ke laga ini dengan modal sembilan poin di posisi keempat klasemen sementara Grup C, terpaut tiga angka dari China yang berada di posisi enam. Kedua tim masih punya kans melaju, tapi siapa pun yang kalah akan berada di ujung tanduk.
Di tengah tekanan itu, Timnas justru kehilangan beberapa nama penting. Marselino Ferdinan dan kiper utama Maarten Paes absen karena akumulasi kartu. Meski begitu, Kluivert tak mau terpaku pada absennya individu.
“Ini bukanlah laga yang mudah, dan yang pasti ini bukan lawan yang akan diremehkan atau dianggap gampang,” ucapnya.
Timnas telah menjalani pemusatan latihan di Bali sebelum bertolak ke Jakarta. Di kandang sendiri, di hadapan puluhan ribu suporter, Kluivert berharap skuad Garuda bisa menjawab tekanan dengan performa terbaik mereka. (*)
