BERAU TERKINI – Polres Berau menunjukkan komitmen serius dalam memberantas penyakit masyarakat selama bulan suci Ramadan.
Dalam kurun waktu pelaksanaan Operasi Pekat Mahakam 2026 sejak 18 Februari hingga 10 Maret, sebanyak 1.587 botol minuman beralkohol dari berbagai merek berhasil diamankan.
Selain ribuan botol miras, petugas juga menindak tegas 97 unit sepeda motor yang terlibat berbagai pelanggaran, termasuk aksi balap liar.
Seluruh barang bukti tersebut dipaparkan dalam apel gelar pasukan Operasi Kepolisian Terpusat (Ketupat) 2026 yang berlangsung pada Kamis (12/3/2026).
Kapolres Berau, AKBP Ridho Tri Putranto, menegaskan, pengamanan selama Ramadan terus ditingkatkan guna mengantisipasi tindak kejahatan dan penyakit masyarakat (pekat).

Peredaran miras dan aksi balap liar menjadi fokus utama karena dianggap sangat mengganggu ketertiban umum.
“Ini meresahkan masyarakat. Makanya ini menjadi atensi kami, tanpa menyepelekan kasus lainnya,” kata Ridho.
Ridho menjelaskan, ribuan botol miras tersebut merupakan hasil pengungkapan dari 11 Polsek jajaran serta Satuan Samapta Polres Berau.
Sebagai langkah antisipasi penyalahgunaan kembali, seluruh barang bukti miras tersebut akan segera dimusnahkan.
Sementara, kendaraan yang terjaring tilang akan diproses melalui mekanisme persidangan.
“Untuk minuman beralkohol semuanya akan dimusnahkan, adapun untuk sepeda motor yang ditilang akan disidangkan,” tuturnya.
Ridho memastikan, tindakan tegas terhadap peredaran miras dan balap liar di Berau akan terus diberlakukan demi memberikan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat.
Komitmen ini dipastikan tidak hanya berlaku selama bulan Ramadan, tetapi juga akan konsisten dijalankan pada bulan-bulan berikutnya.
Namun, ia menekankan, keberhasilan ini juga membutuhkan dukungan aktif dari masyarakat.
“Ini sudah menjadi komitmen kami. Tapi mewujudkannya kami juga membutuhkan partisipasi masyarakat,” tambahnya.
Keberhasilan operasi ini mendapat apresiasi dari Bupati Berau, Sri Juniarsih, yang hadir dan melihat langsung barang bukti hasil operasi pekat tersebut.
Sri Juniarsih mengacungi jempol atas kinerja kepolisian dalam menjaga kesucian bulan Ramadan, terutama melalui respons cepat laporan masyarakat melalui call center Polri 110.
“Saya sebagai bupati sangat mengapresiasi. Saya berterima kasih kepada seluruh aparat kepolisian yang berupaya menjaga kamtibmas. Kami akan selalu mendukung setiap kegiatan dalam menjaga Berau tetap kondusif,” ungkap Sri Juniarsih.
Bupati perempuan pertama Berau itu menegaskan, setiap tindakan yang berpotensi merusak ketertiban umum harus ditindak tanpa kompromi.
Ia berharap sinergi antara pemerintah daerah dan kepolisian terus terjalin erat agar keresahan masyarakat terhadap penyakit masyarakat dapat diminimalisir secara berkelanjutan. (*)
