BERAU TERKINI – Jelang Hari Raya Imlek, sejumlah toko di Berau ungkap pernak-pernik yang paling diminati warga.

Perayaan Imlek tinggal menghitung hari lagi, terlihat di beberapa titik di Tanjung Redeb, Berau banyak lampion terpasang di sepanjang jalan.

Pernak-pernik dengan warna merah tersebut menjadi ikon Imlek yang diminati oleh warga Tionghoa di Berau.

Salah satu karyawan Toko Pinky Gift di Jalan Kapten Tendean, Dinda mengatakan, peminat pernak-pernik Imlek paling banyak slinger, lampu, dan angpau.

Toko tersebut menjual banyak jenis pernak-pernik, mulai dari angpau, lampion, slinger berwarna merah, hingga gantungan Imlek.

“Itu yang paling laku ada juga sih yang cari lampion, tapi kan kita cuma punya lampion yang kayak gini itu aja dia,” ujarnya, Rabu (11/2/2026).

Ia mengatakan omzet yang didapat dari menjual pernak-pernik Imlek ini bisa lebih dari Rp 1 juta selama periode Imlek.

Toko mulai menjual berbagai pernak-pernik Imlek sejak awal bulan perayaan Imlek.

“Awal bulan langsung udah dipajang karena orang cari biasanya di awal bulan,” katanya.

Pernak-pernik Imlek yang dijual di beberapa toko di Tanjung Redeb, Berau (Adrikni/BT)
Pernak-pernik Imlek yang dijual di beberapa toko di Tanjung Redeb, Berau (Adrikni/BT)

Ia juga mengatakan peminat pernak-pernik Imlek di Toko Pinky Gift selalu ada dan didominasi oleh pembeli yang merupakan etnis Tionghoa.

“Orang Tionghoa rata-rata kan dia langsung kesini beli beginian,” singkatnya.

Senada dengan Dinda, penjaga toko Tweety di Jalan Niaga 1, Manli mengatakan, bahwa angpau paling banyak peminatnya di tokonya tersebut.

Selain itu juga lampion dan rumbai Imlek juga memiliki banyak peminat.

Pernak-pernik Imlek yang dijual di tokonya mulai dari lampion, angpau, gantungan, hiasan tempelan di pintu, dan rumbai-rumbai yang biasa dipasang di pintu.

“Lampion sama tulisan Imlek itu yang paling banyak peminatnya sama ini, kertas angpau juga itu biasanya,” ujarnya.

Ia menjual pernak-pernik Imlek hingga perayaan Cap Go Meh mendatang. Setelahnya, ia akan menyimpan barangnya kembali jika belum habis terjual.

Semua barang-barang yang ia jual merupakan barang yang dikirim dari luar Berau.

Pernak-pernik Imlek yang dijual di beberapa toko di Tanjung Redeb, Berau (Adrikni/BT)
Pernak-pernik Imlek yang dijual di beberapa toko di Tanjung Redeb, Berau (Adrikni/BT)

Ia tidak terlalu mengetahui berapa omzet yang ia dapatkan dari menjual pernak-pernik Imlek.

Pasalnya, walaupun memiliki peminat tersendiri, tidak setiap hari ada pembeli yang datang.

“Enggak terlalu merhatikan juga sih kadang-kadang ada satu hari ada yang beli, tapi enggak setiap hari juga ada yang beli,” tutupnya.